Selasa, 17 Desember 2013

no tittle


# Mengapa cinta ini terlarang, saat kuyakini kaulah milikku,Mengapa cinta kita tak bisa bersatu, saat kuyakin tak ada cinta selain dirimu

Kita tak pernah tau kapan kita kan jatuh cinta, tapi ketika ada seseorang yang kita cintai justru tak boleh tuk dimiliki, walau dalam hati yakin akan dirinya, yakin akan cintanya, namun akan ada banyak pihak yang menentang, banyak pihak yang menghujat, memang bukan salah hati memilihnya, dalam hal ini tak ada yang patut disalahkan, tapibagi mereka hal ini akan tetap salah, tetap tabu, walau tak ada hukum yang melarang, baik agama maupun negara, hanya karena etika, dan nilai kesopanan, tapi bagi insan yang jatuh cinta, mereka beranggapan “ persetan dengan segala adat istiadat dan segala tetek bengeknya” lantas? Apakah dalam hidup kita tak berpegang dengan adat istiadat? Memang ada peribahasa “ dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung” tapi rasanya masih akan tetap menyakitkan bukan? Memisahkan 2 insan yang saling mencinta, dengan alasan adat istiadat yang tak tau darimana asalnya, dasarnya  apa dan apa hukumnya

Kamis, 28 November 2013


Langit itu masih jingga sayang,
Sampai sang malam menghapus warnanya,
Senja itu masih merona saga,
Hingga mentari bersembunyi dalam dekapan malam,
                   Senja sore ini masih sama seperti kemarin,
                   Masih merona saga,
                   Langit pun masih jingga
                   Hanya ketiadaanmu yang membuatnya berbeda
membuatnya seakan mengejekku
mengejek aku yang tak henti meratap
mengejek kebodohanku yang tak bisa terima
                    dan senja hari ini jadi saksi
                    betapa bodohnya aku yang tetap menantimu
                   menantimu datang, menengok ke arah jalan,
                   berharap kau datang dan berikan senyummu
tapi lagi - lagi senja mengejekku
yah bagaimana tidak?
aku masih setia dengan penantianku
sementara kau diluar sana mungkin tertawa
                   kau tau ?
                    aku tak sedang mencari simpatimu
                   aku juga tak sedang bersandiwara
                    hanya saja aku mencari obat
                   mencari obat untuk hatiku yang sedang luka

tapi kau tau?
tadi ku datang berharap obat itu ada
dan nyatanya?
aku sudah tak berhak lagi mendapatkannya
ntah berapa lapis kau buat benteng pertahanan
seberapa tinggi tembok yang kau bangun
hingga aku benar - benar tak mampu menembusnya
bahkan melihat bayangmu pun aku tak bisa
 kau tau?
 aku merindukan senja itu
 senja dimana aku masih bisa menyapamu
 senja dimana kau masih bisa tersenyum padaku, walau senyum itu palsu
ntahlah,
biarkan aku bersikap layaknya anak kecil
merengek - rengek padamu,
berharap sesuatu yang tak mungkin
 kau tau?
 sepertinya aku tak lagi butuh ketulusan
 yang kubutuhkan sekarang hanya hadirmu,
 biarlah senyum yang kau beri itu palsu
 biarlah rasa kau kau tunjukkan itu semu
 biar kuterima
asal aku tak lagi sendiri,
asal hariku tak lagi sunyi



Rabu, 27 November 2013

Menyerah


Hingga kini
Hingga detik ini
Aku masih tak mengerti
Mengapa hanya kamu
Yang menjadi satu-satunya dalam hatiku
Yang menjadi satu-satunya keinginan hatiku
Banyak raga yang kutemui
Banyak hati yang kulewati
Namun tak satu pun mampu
Mampu menarik hatiku tuk singgah
Tak satupun mampu
Membuatku mencinta
Seperti aku mencintamu
Selalu kamu
Dan hanya kamu
Yang ingin kuraih
Yang ingin kugapai
Dan yang kuharap jadi labuhan terakhir
Tapi pada akhirnyajalan kita berbeda
Entah mengapa tak kutenui lorong masa yang mengarah padamu
Yang ada hanya lorong panjang
Yang arahkan aku tuk semakin jauh darimu
Memaksaku mencari hati yang baru
Hati yang enggan kutemui

Dan pada akhirnya aku harus menyerah

Senin, 25 November 2013

Terlalu Jauh



Terlalu jauh, dan lagi-lagi terlalu jauh untuk kugapai

Sebuah rasa yang begitu dalammnya tenggelam,
Tersimpan di palung terdalam hati ini
Terjaga dan bahkan abadi
Hingga untuk menyentuhnya pun tak ada yang bisa,
Bahkan yang memiliki rasa itu pun tak bisa
Hanya bisa rasakannya dalam khayal
Memilikinya dalam sebuah mimpi
Itu tlah lebih cukup untukku
Tak ingin memintanya dari Yang Maha Pemberi
Mungkin ini kebodohan terbesarku
Mempertahankan rasa yang bahkan tak boleh lagi tuk di dambakan
Apalagi tuk dimiliki
Bukannya aku sengaja berjalan terlalu jauh
Namun badai itu hempaskanku
Hingga sampailah aku disini
Berpijak pada hati yang tak ingin ku berpijak padanya

Bersandar pada raga yang tak ingin aku bersandar padanya

Kamis, 26 September 2013

tak perlu Radar


Ku bahagia kau telah terlahir di dunia,
dan kau ada diantara milyaran manusia,
dan ku bisa dengan radarku menemukanmu....
#perahu_kertas


Aku,
Aku tak perlu radar neptunus tuk bisa temukanmu
Tak perlu perahu kertas tuk sampaikan pesan untukmu
Entahlah,
Kekuatan apa yang membuat radarku begitu kuat
Radar yang hidup hanya saat ada kamu
Radar yang berdenyut saat kutatap sosokmu
Aku tak pernah berharap lebih
Cukup mencintaimu dalam diam,
Menatapmu dari kejauhan,
Dan hanya berani menyapamu dalam anganku,
Tak apalah,
ini sudah lebih dari cukup untuk pengagum rahasia sepertiku
hanya mengabadikan sosokmu dalam bingkai foto
mengabadikan rasa ini dalam bait-bait puisi
yang entah sampai kapan mampu bertahan J




#dedicated_for_MW

Senin, 16 September 2013

Luka yang tak pernah sembuh


Luka itu takkan pernah sembuh
Selama mata masih mampu melihat
Luka itu takkan pernah sembuh
Selama hati masih tersakiti
Dan  luka itu takkan pernah sembuh
Selama jantung masih berdetak
Selama raga masih bernyawa
Entah harus berapa lama menyimpan luka itu sendirian
Bertahan dengan dendam yang semakin lama semakin terasa menyakitkan
Bertahan dengan kepura-puraan yang semakin menyesakkan
Berpura baik-baik saja
Berpura-pura bahagia
Tersenyum, walau hati menangis
Tertawa, walau batin teriris
Entahlah
Andai membalasmu semudah membalikkan telapak tangan
Andai membalasmu tak membuatku terluka
Mungkin sudah sejak lama kubalas sikapmu
Sampai kapan harus diam,
Menanti luka itu sembuh dengan sendirinya
Menanti ingatanku yang memudar
Tuhan,
Andai saja bisa kuputar waktu
Ah,
Tapi Tuhan aku tak ingin berandai andai
Walau sebenarnya kau bisa saja memutar waktu
Tuhan,
Buat aku tegar
Buat aku mampu hadapi semua
Buat aku bertahan simpan luka yang selalu dia gores
Hingga akhirnya semua jadi baik-baik saja
Dan aku terbiasa dengan luka


Senin, 09 September 2013

Bicara Takdir


Seseorang menyebutnya takdir,
Ketika kita bertemu
Seseorang menyebutnya takdir,
Ketika kita dihadapkan pada pilihan yang sama

Kita,
Tak ada ikrar pasti yang terucap secara lisan
Hanya tatapan mata yang mungkin menjelaskannya
Menggunakan bahasa hati, yang tak seorang pun tau

Dalam diamku, Diam mu,
Menciptakan hening yang panjang,
Yang gema nya hanya aku dan kamu yang pahami
Dalam diam kucintai sosokmu
Dalam diam kucintai bayanganmu

Kita menyebutnya takdir,
Saat aku dan kamu memilih jalan yang berbeda,
Dan bertemu lagi di satu titik

Dan aku,
Aku menyebutnya takdir,
Ketika kita saling cinta,

Tanpa saling memiliki

Jumat, 06 September 2013

Pecundang

Mencari, entah apa yang dicari
Merindu, entah kepada siapa rindu itu berlabuh
Rangkaian kata,
Bait-bait puisi,
Hanya terangkai dalam kelu nya lidah,
Tak terucap, tak tertulis,
Hanya sebagai penghias angan,
Melukis sketsa wajah yang enggan kau temui
Sketsa terindah yang slalu hadir di impimu
Penghias angan sang pecundang
Iya.. kau pecundang..!!
Yang selalu Menanti, entah sampai kapan
Menunggu, entah apa yang ditunggu
Hingga dekade demi dekade terlewatkan,
Masa demi masa teracuhkan,
Entah apa yang ada dalam benakmu
Hingga detik berlalu menjadi menit,
Hingga denyutmu mulai melemah,
Apa yang kau nanti?
Apa yang kau tunggu?
Masihkah kau bersikukuh dengan diammu?
Sengajakah kau biarkan detik itu berlalu?
Detik yang begitu berharga,
Detik yang takkan terulang tuk kedua kalinya?
Dan akhirnya garis lurus itu mengakhiri semuanya
Mengakhiri diammu menjadi isakan kecil,
Mengubah heningmu menjadi gema yang enggan berkesudahan,
Inikah yang kau tunggu?
Inikah yang selama ini kau cari?
Lantas untuk apa kau penuhi anganmu dengan bait-bait puisi indah
Lantas untuk apa kau habiskan waktu di sepanjang hidupmu tuk rangkai bait-bait puisi?
Jika tuk sampaikannya saja kau enggan



Senin, 19 Agustus 2013

Teruntuk Kamu (Sahabatku)

Teruntuk kamu,
Teruntuk kamu yang pernah jadi bagian hidupku,
Teruntuk kamu yang pernah memberi tawa,
Teruntuk kamu yang dulu selalu ada,
Teruntuk kamu yang menjadi bagian dari cerita hidupku,
Teruntuk kita,
Kita yang pernah terikat kata sahabat,
Apakah kata itu masih berlaku?
Apakah kata itu masih terdengar indah?
Ketika tak lagi ada kesamaan,
Ketika waktu membuat segalanya berubah,
Apakah kata itu masih bermakna?
Apakah masih ada di benakmu tuk menganggapku sahabat?
Ataukah kini aq tak lagi berarti?
Kau tau?
Entah berapa lama kita tak berbagi,
Semua cerita tak lagi indah,
Semua warna kini terasa memudar,
Karna semua itu kunikmati sendiri,
Semua beban terasa berat,
Karna semua kurasakan sendiri
Dulu,
Tak pernah ada aku, atau kamu,
Yang ada hanya kita,
Tapi kini?
Tak ada lagi kita,
Kemanakah mimpi-mimpi itu?
Ambisi-ambisi yang pernah kita tuliskan?
Mimpi-mimpi yang ingin kita wujudkan bersama,
Hilang..!!!
Musnah..!!
Entah karena aku....
Atau juga karena kamu..
Biarlah waktu yang tau..



Selasa, 23 Juli 2013

Dan Lagi-lagi selalu kamu :)

Tentang kamu,

Kamu adalah puisi singkat yang selalu melekat di pikiran aku, meskipun seberapa keras aku mencoba menyibukkan diri, mencoba lupakan senyuman itu, namun tetap tak bisa. Bayangan senyum itu melambai dan memaksa aku tuk sejenak rehat, mengenang semua yang telah lalu, memaksa aku mengorek recycle bin untuk mencari puisi usang yang tak pernah sampai untukmu, puisi usang yang takkan pernah terbaca olehmu, karena kau telah memilih jalanmu, memilih pergi sebelum aku menyelesaikan satu puisi untukmu. Aku bisa apa? Toh aku tak bisa menahan langkahmu, bukan.. bukan tak bisa tepatnya, hanya saja aku tak ingin, tak ingin tuk yang kesekian kalinya merengek dihadapanmu, merelakan harga diriku terjatuh di hadapanmu, mengabaikan ego, dan membiarkan angkuhmu berteriak bangga, takkan lagi, takkan ada lagi kelinci bodoh yang akan singgah di ladangmu, mungkin hatiku akan membiru, atau bahkan kaku, tapi tenang saja, kini aku mempunyai penawarnya, penawar yang bisa redam sakitku, yang membalut dan mengobati lukaku, dan aku percaya luka ini akan sembuh dengan sendirinya, tanpa perlu kau lagi tuk sembuhkannya.




Senin, 22 Juli 2013

Curhat :)

Bahagia itu sederhana J
1.  Bertemu kembali dengan seseorang yang telah lama menghilang, seseorang yang dulu hadirnya selalu memberi warna bak pelangi, memberikan keindahan dengan warnanya, mencoba mengulang kisah klasik yang terlalu konyol tuk dicerna otak manusia, gila...!!! memang gila, tapi apa salahnya? Terkadang kita perlu bersikap sedikit gila, karena kebahagiaan juga terdapat dari kegilaan kita sendiri, (asal gak gila beneran aja J )
2.  Ada seseorang yang rela pergi walau masih sayang, hanya karena dia berpihak pada egonya, mengangungkan gengsi diatas segalanya. Mengutarakan alasan basi yang meski disanggah takkan mampu tuk diubah, yah cinta datang dan pergi sesuka hatinya.

3.  2 Resolusi 2013 terpaksa harus gugur, walau masih ada kemungkinan, tapi sepertinya saya terlalu lelah untuk terus mengharap kemungkinan, saya terlalu pintar untuk mengulang kesalahan yang sama selama lebih dari 2 kali, menutup pintu rapat-rapat dan menguncinya, sepertinya itu pilihan yang baik, tetap menentukan target 2014, keep calm, but i’m promise it will be ok J ganbatte..!! pangeran kodok tak hanya dia, toh jika ada pangeran berkuda putih, tuk apa kita menunggu kodok berubah jadi pangeran?(tak apa kan menghibur diri sendiri ? )

Jumat, 12 Juli 2013

Pria Abu-abu ku itu kamu :)

Kamu itu,
Kamu pria abu- abu yang membuatku bingung,
Pria abu-abu yang membuatku bimbang,
Membuatku ragu, haruskah kuteruskan langkahku tuk lupakanmu,
Ataukah bertahan menanti yakinmu akanku

Kamu itu,
Pria abu-abu yang datang dan pergi sesuka hatimu,
Dan kini ketika ku telah berusaha pergi,
Menjauh seperti yang kau mau
kau datang memberi harapan,
memberikan janji manis yang dulu sempat kudamba,
tapi kini tlah lelah rasanya aku mendamba,

kamu itu,
mengapa kau menahan langkahku,
seakan kau tak ingin ku jauh darimu,
tapi mengapa pula kau hempaskan harapku ketika ku tlah disisimu
kamu,
masihkah kamu bertahan dengan abu-abu mu itu?
Bertahan dengan ragu mu?
Kamu,
Masihkah ingin aku tetap menantimu?
Masihkah kamu ingin aku berharap dan terus berharap padamu?
Kamu,
Bisakah kamu pilih warnamu?
Bisakah kau tentukan jalan yang kau pilih?
Kamu,
Masihkah kau inginkanku?
Atau kau hanya sekedar ingin menggantung harapku?


 dedicated for : H

Sabtu, 15 Juni 2013

kammu lagi :)

Kamu,
Iya kamu,
Kamu tau aku rapuh,
Dan seharusnya kau memang memahami,
Sekali sentuh saja, kepingan hati ini akan luluh lantak
Tapi mengapa kau justru menghempaskannya?
Harusnya kau mengerti hatiku,
Hatiku yang selalu ingin kau disisi,
Seburuk dan se hina apapun dirimu,
Cintaku tetap memintamu tuk pulang,
Memintamu tuk bertahan disini,
Tanpa kau harus berkelana ke lain hati
Tlah kucoba rengkuh hatimu,
Tapi bahkan bayangmu tak tergapai olehku
Terbuat dari apa hatimu?
Hingga tangisku yang penuh luka tak lagi mampu menyentuhmu
Terbuat dari apa hatimu?
Hingga begitu senang kau melihatku tersakiti,
Entah siapa aku bagimu,
Kekasihmu kah?
Atau musuhmu?
Hingga begitu ingin kau melihatku hancur,
Begitu bahagianya kau melihatku terluka
Hey kamu
Iya kamu
Kau bilang aku manusia bodoh,
Ya memang aku manusia bodoh
Yang rela tersakiti untukmu,
Yang rela terbodohi,
Hanya agar kau selalu pulang
Agar kau tetap bertahan disini
Hey kamu
Iya kamu
Aku tau jalan pikiranmu
Aku tau isi hatimu
Tapi terlalu sulit bagiku tuk menyikapi
Terlalu sulit bagiku sakitimu
Hey kamu,
Iya kamu,
Akankah kau tak lagi ingin pulang?
Tak rindukah kamu?
Hey kamu,
Aku tak tahu lagi harus bagaimana
Bisakah ku pinta 1 hal?
Turunkan egomu, dan bertahanlah disini,
Bersamaku,
Cintai aku hingga tutup usiaku


Minggu, 09 Juni 2013

kamu yang disana

Kamu, hingga kini aku belum mengerti akan deskripsi rasa ini, rasa yang mampu bertahan bertahun-tahun, rasa yang ntah mengapa dia tak mau pergi, perasaan yang tak lagi mengharap balasan, perasaan mengagumi tanpa berharap bisa memiliki, keyakinan, entah darimana datangnya yakinku akanmu, walau tak kutau perasaanmu sesungguhnya, tapi dari lubuk hati ini selalu yakin akanmu, kamu yang tak pernah ingkar, kamu yang selalu tepat waktu ketika ku inginkan kau hadir, kamu yang selalu memberi tanpa pernah kuminta, kamu yang memihakku dibanding dia, kekasihmu yang tlah lama menemanimu, entahlah, aku tak ingin menduga-duga, cukup mengagumimu dan menikmati sisa cintamu dengan bertamengkan kata teman, ya, lebih indah disebut teman dibanding mantan, ah, aku tak suka disebut mantan, terdengar perih , walau itu membuktikan aku pernah memilikimu, tapi kini status itu tak lagi penting, yang terpenting kini kau selalu ada untukku, selalu siap kapanpun kumau dirimu ada, bagi sebagian besar orang, mencintai dalam diam itu menyakitkan, tapi ntah mengapa tidak bagiku, semuanya terasa indah, toh kita sama-sama tahu, ada garis pembatas yang tak kasat mata, garis itu bernama dia, dia yang bersamamu, dia yang bersamaku,
Kita, tak pernah ada ikrar yang terucap setelah kita akhiri semuanya, tapi mengapa semuanya terasa lebih indah ketika kita tak terikat, tak ada perasaan yang tertutupi, tak ada perasaan tertekan ketika kita tak saling menghubungi, tapi entah mengapa hati kita seakan terpaut, seperti ada janji yang tak terucapkan, namun berusaha tuk ditepati, ada perasaan gelisah ketika rindu itu hadir, perasaan berdebar menanti saat berjumpa,mungkin memang tak bisa lagi dipungkiri, antara kita ada cinta yang tak disadari, olehku, olehmu, oleh dia yang kini bersamamu dan bersamaku. J


Selasa, 04 Juni 2013

Sadarilah

Tlah habis semua cara
Untuk menyadarkanmu
Telah kering arasanya air mata
Tuk memohon kau pahami
Hatiku,
Apakah kini tak penting lagi bagimu?
Cintaku,
Apakah kini tak lagi berarti di hatimu?
Apakah api cinta itu telah padam?
Aku,
Kini bagai seonggok novel usang
Yang sudah enggan kau lirik,
Apalagi kau baca
Apakah seperti itu aku dimatamu?
Apakah aku hanya beban bagimu?
Ataukah aku bagian dari masalahmu?
Hingga kau begitu ingin aku menghilang dari hidupmu
Harus dengan apalagi?
Harus bagaimana lagi?
Tak bisakah kau sedikit peduli
Akan hatiku yang kini terluka
Cobalah sejenak kau lihat
Agar kau tau bagaimana aku coba bertahan
Bertahan dengan diamku
Bertahan dengan lukaku
Bertahan dengan kesepianku
Bertahan dengan sekeping hati yang enggan kau hiraukan
Apakah aku, mainan lamamu ini tak lagi ingin kau sentuh?
Apakah yang baru lebih indah?
Ya, memang lebih indah, dan aku tau,
Dia sesuai dengan apa yang kau cari
Aku merasakannya,
Aku merasakan perbedaan itu
Kau saja yang tak peka akan hatiku
Haruskah aku merelakan?
Haruskah aku terima takdir kesendirianku nanti?
Karna tak mudah bagiku temukan yang lain
Tak mudah tuk labuhkan hatiku di sembarang hati
Tapi haruskah ku tahan sakit ini?
Hingga pada akhirnya tak mampu lagi aku menahannya

Hingga akhirnya aku memilih jalan terperih yang harus kulalui...

Senin, 03 Juni 2013

Tentang dia

Dia.
Iya dia yang bersekongkol denganmu
Membuat luka di hatiku
Dia,
Iya dia yang manis dan mempesonamu
Dia yang tlah kuanggap sudara
Dia yang selalu manis padaku
Tanpa kutau menusukku dari belakang,
Walau mungkin itu tanpa disadarinya
Tanpa dimengerti olehnya
Bahwa senyumnya memberikan luka tersendiri bagiku
Dia,
Dia yang hingga saat ini masih tetap tersenyum
Dia yang saat ini masih tak mengerti
Dia yang memiliki wajah tanpa dosa,
Dia yang menutupi dirinya dari prasangka – prasangka
Aknkah dia tau?
Luka yang ditorehkannya terlalu dalam membekas dihati

Luka yang ditorehkannya tak mudah hilang dimakan masa

Sabtu, 01 Juni 2013

lagi-lagi kamu

aku..
aq tak pernah mengerti apa sebenarnya yang kurasa, 
ada perasaan bimbang, 
ada kegelisahan.
tapi aku tak bisa meninggalkan semua rasa yang pernah ada,
bukan tak rela,bukan...
hanya saja masih ada,
masih ada rasa yang tak pernah habis dimakan waktu
ada rasa yang tak pernah pudar walau hujan dan panas menerpa,
ada getaran yang tak pernah hilang meski sunyi menghampiri,
kau tau?
walau tak sepenuhnya yakin akan kesungguhanmu,
tapi hati ini selalu memilihmu, selalu menginginkanmu
mencoba pertahankanmu,
mencoba menahan langkahmu, yang tlah berulang kali ingin melangkah pergi,,
kau tau?
ada sesuatu pada dirimu yang tak ada satu pun yang kan miliki,
tak ada yang sama sepertimu,
walau ku tau burukmu, ku tau akibat yang akan hadir jika aku memilihmu,
tapi hati ini kekeuh memilihmu,
meski logika coba bertahan,
dia slalu menyerah, hingga akhirnya tetap memihakmu..
dan satu yang kau harus tau..
meski beribu pilihan datang, 
meski berjuta bintang berusaha terangi,
aku tetap memilih cahaya redupmu,,

Kamis, 30 Mei 2013

Tentang Kamu

Kamu,
Iya kamu,
Kamu  yang selalu mengusik hari-hariku,
Kamu yang selalu hiasi hatiku dengan pelangi,
Kamu yang selalu memberiku tawa,
Tapi kini kamu memberiku pelangi,
Bukan di hati,
Tapi di mata,
Bukan pelangi yang datang setelah hujan,
Tapi dia datang sebelum hujan,
Kamu,
Iya kamu,
Kamu yang tega hianati aku
Kamu yang tega melukiskan luka di hatiku
Entah mengapa aku tak bisa
Ingin rasanya aku membalasmu,
Membuatmu jera, dengan kebiasaanmu yang selalu lukaiku
Entah kau menyadarinya atau tidak,
Kamu,
Iya kamu,
Mungkinkah suatu saat kamu kan mengerti?
Mungkinkah suatu saat kamu kan merasa kehilangan?
Bila aku tak ada lagi di sisimu,
Bila aku tak lagi mengusik tidurmu dengan suara cemprengku
Akankah kau merindukan aku?
Akankah aku kan menjadi bagian dari kenangan manismu?
Ataukah aku bagai foto usang yang ingin kau buang?
Kamu,
Iya kamu lagi,
Kamu pernah inginkan aku menghilang dari hidupmu,
Apakah itu dari lubuk hatimu?
Ataukah hanya mengobati kecewamu?
Kamu,
Iya kamu,
Kamu yang berhianat ketika kau merasa jenuh denganku
Akankah kau kan terus seperti itu?
Bisakah kau pikirkan hatiku?
Bisakah kau rasakan bagaimana sakitnya menjadi aku?
Aku menutup pintu hatiku rapat2 untuk semua cinta yang ingin masuk,
Hanya demi kamu,
Demi mempertahankan singasanamu,
Tapi mengapa kau seperti sengaja,
Berlari kesana kemari,
Menghinggapi singasana singasana lainnya,
Tak lelahkah kau berkelana?
Kamu,
Iya kamu,
Bolehkah kuminta padamu?
Tetap tinggal dan diam dihatiku,
Jangan pergi lagi
Dan jangan lukai lagi
Sulitkah itu?


lagi dan lagi

Entah ini apa namanya Teguran ataukah petunjuk, Hanya saja ada sesuatu di dasar hati ini yang berontak, Seakan tak terima kenyataan, bayangkan bagaimana remuknya hatimu, menerima bahwa seorang yang kau anggap saudara, kau anggap bisa menjadi teladan yang baik justru menusukmu dari belakang, yah walau dia tak sengaja, tetap sakit bukan?

Sebenarnya logikaku telah memberi peringatan , hanya saja hatiku keukeuh menegaskan dan membela diri, aku pernah dengar suatu ungkapan, “hati tak pernah salah menilai” , tapi kini sepertinya hatiku tlah salah dalam menilai, mungkin telah dibutakan oleh 1 kata, cinta sepertinyaa ,, entah mengapa setiap aku menemukan bukti-bukti, selalu saja hatiku memihak padamu, mungkin kau tak berhianat secara fisik, tapi hatimu tlah berhianat, dan itu sesakit sakitnya dihianati, dan kini aku dengan kebimbanganku, kepolosanku, hanya bisa diam, tak tau harus berbuat apa, haruskah mengakhiri semua, ataukah aku harus bertahan dan membiarkan hati ini hancur, hingga tersisa remahannya, ataukaah bertahan hingga aku tak lagi punya hati?hingga aku tak lagi mampu rasakan sakitnya, hingga aku mati rasa, itukah yang kau mau? Agar aku tak merasa sakit ketika kau lukai, lagi dan lagi...