Dia.
Iya dia yang bersekongkol
denganmu
Membuat luka di hatiku
Dia,
Iya dia yang manis dan
mempesonamu
Dia yang tlah kuanggap
sudara
Dia yang selalu manis
padaku
Tanpa kutau menusukku dari
belakang,
Walau mungkin itu tanpa
disadarinya
Tanpa dimengerti olehnya
Bahwa senyumnya memberikan
luka tersendiri bagiku
Dia,
Dia yang hingga saat ini
masih tetap tersenyum
Dia yang saat ini masih
tak mengerti
Dia yang memiliki wajah
tanpa dosa,
Dia yang menutupi dirinya
dari prasangka – prasangka
Aknkah dia tau?
Luka yang ditorehkannya
terlalu dalam membekas dihati
Luka yang ditorehkannya
tak mudah hilang dimakan masa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar