Selasa, 04 Juni 2013

Sadarilah

Tlah habis semua cara
Untuk menyadarkanmu
Telah kering arasanya air mata
Tuk memohon kau pahami
Hatiku,
Apakah kini tak penting lagi bagimu?
Cintaku,
Apakah kini tak lagi berarti di hatimu?
Apakah api cinta itu telah padam?
Aku,
Kini bagai seonggok novel usang
Yang sudah enggan kau lirik,
Apalagi kau baca
Apakah seperti itu aku dimatamu?
Apakah aku hanya beban bagimu?
Ataukah aku bagian dari masalahmu?
Hingga kau begitu ingin aku menghilang dari hidupmu
Harus dengan apalagi?
Harus bagaimana lagi?
Tak bisakah kau sedikit peduli
Akan hatiku yang kini terluka
Cobalah sejenak kau lihat
Agar kau tau bagaimana aku coba bertahan
Bertahan dengan diamku
Bertahan dengan lukaku
Bertahan dengan kesepianku
Bertahan dengan sekeping hati yang enggan kau hiraukan
Apakah aku, mainan lamamu ini tak lagi ingin kau sentuh?
Apakah yang baru lebih indah?
Ya, memang lebih indah, dan aku tau,
Dia sesuai dengan apa yang kau cari
Aku merasakannya,
Aku merasakan perbedaan itu
Kau saja yang tak peka akan hatiku
Haruskah aku merelakan?
Haruskah aku terima takdir kesendirianku nanti?
Karna tak mudah bagiku temukan yang lain
Tak mudah tuk labuhkan hatiku di sembarang hati
Tapi haruskah ku tahan sakit ini?
Hingga pada akhirnya tak mampu lagi aku menahannya

Hingga akhirnya aku memilih jalan terperih yang harus kulalui...

Tidak ada komentar: