Tentang kamu,
Kamu adalah puisi singkat
yang selalu melekat di pikiran aku, meskipun seberapa keras aku mencoba
menyibukkan diri, mencoba lupakan senyuman itu, namun tetap tak bisa. Bayangan senyum
itu melambai dan memaksa aku tuk sejenak rehat, mengenang semua yang telah
lalu, memaksa aku mengorek recycle bin untuk mencari puisi usang yang tak
pernah sampai untukmu, puisi usang yang takkan pernah terbaca olehmu, karena
kau telah memilih jalanmu, memilih pergi sebelum aku menyelesaikan satu puisi
untukmu. Aku bisa apa? Toh aku tak bisa menahan langkahmu, bukan.. bukan tak
bisa tepatnya, hanya saja aku tak ingin, tak ingin tuk yang kesekian kalinya
merengek dihadapanmu, merelakan harga diriku terjatuh di hadapanmu, mengabaikan
ego, dan membiarkan angkuhmu berteriak bangga, takkan lagi, takkan ada lagi
kelinci bodoh yang akan singgah di ladangmu, mungkin hatiku akan membiru, atau
bahkan kaku, tapi tenang saja, kini aku mempunyai penawarnya, penawar yang bisa
redam sakitku, yang membalut dan mengobati lukaku, dan aku percaya luka ini
akan sembuh dengan sendirinya, tanpa perlu kau lagi tuk sembuhkannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar