Entah ini apa namanya Teguran ataukah petunjuk, Hanya saja ada
sesuatu di dasar hati ini yang berontak, Seakan tak terima kenyataan, bayangkan
bagaimana remuknya hatimu, menerima bahwa seorang yang kau anggap saudara, kau
anggap bisa menjadi teladan yang baik justru menusukmu dari belakang, yah walau
dia tak sengaja, tetap sakit bukan?
Sebenarnya logikaku telah memberi peringatan , hanya saja hatiku
keukeuh menegaskan dan membela diri, aku pernah dengar suatu ungkapan, “hati tak pernah salah menilai” , tapi kini sepertinya
hatiku tlah salah dalam menilai, mungkin telah dibutakan oleh 1 kata, cinta
sepertinyaa ,, entah mengapa setiap aku menemukan bukti-bukti, selalu saja
hatiku memihak padamu, mungkin kau tak berhianat secara fisik, tapi hatimu tlah
berhianat, dan itu sesakit sakitnya dihianati, dan kini aku dengan
kebimbanganku, kepolosanku, hanya bisa diam, tak tau harus berbuat apa,
haruskah mengakhiri semua, ataukah aku harus bertahan dan membiarkan hati ini
hancur, hingga tersisa remahannya, ataukaah bertahan hingga aku tak lagi punya
hati?hingga aku tak lagi mampu rasakan sakitnya, hingga aku mati rasa, itukah
yang kau mau? Agar aku tak merasa sakit ketika kau lukai, lagi dan lagi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar