Kamis, 30 Mei 2013

Tentang Kamu

Kamu,
Iya kamu,
Kamu  yang selalu mengusik hari-hariku,
Kamu yang selalu hiasi hatiku dengan pelangi,
Kamu yang selalu memberiku tawa,
Tapi kini kamu memberiku pelangi,
Bukan di hati,
Tapi di mata,
Bukan pelangi yang datang setelah hujan,
Tapi dia datang sebelum hujan,
Kamu,
Iya kamu,
Kamu yang tega hianati aku
Kamu yang tega melukiskan luka di hatiku
Entah mengapa aku tak bisa
Ingin rasanya aku membalasmu,
Membuatmu jera, dengan kebiasaanmu yang selalu lukaiku
Entah kau menyadarinya atau tidak,
Kamu,
Iya kamu,
Mungkinkah suatu saat kamu kan mengerti?
Mungkinkah suatu saat kamu kan merasa kehilangan?
Bila aku tak ada lagi di sisimu,
Bila aku tak lagi mengusik tidurmu dengan suara cemprengku
Akankah kau merindukan aku?
Akankah aku kan menjadi bagian dari kenangan manismu?
Ataukah aku bagai foto usang yang ingin kau buang?
Kamu,
Iya kamu lagi,
Kamu pernah inginkan aku menghilang dari hidupmu,
Apakah itu dari lubuk hatimu?
Ataukah hanya mengobati kecewamu?
Kamu,
Iya kamu,
Kamu yang berhianat ketika kau merasa jenuh denganku
Akankah kau kan terus seperti itu?
Bisakah kau pikirkan hatiku?
Bisakah kau rasakan bagaimana sakitnya menjadi aku?
Aku menutup pintu hatiku rapat2 untuk semua cinta yang ingin masuk,
Hanya demi kamu,
Demi mempertahankan singasanamu,
Tapi mengapa kau seperti sengaja,
Berlari kesana kemari,
Menghinggapi singasana singasana lainnya,
Tak lelahkah kau berkelana?
Kamu,
Iya kamu,
Bolehkah kuminta padamu?
Tetap tinggal dan diam dihatiku,
Jangan pergi lagi
Dan jangan lukai lagi
Sulitkah itu?


Tidak ada komentar: