Ketika kita bertemu
Seseorang menyebutnya takdir,
Ketika kita dihadapkan pada pilihan yang sama
Kita,
Tak ada ikrar pasti yang terucap secara lisan
Hanya tatapan mata yang mungkin menjelaskannya
Menggunakan bahasa hati, yang tak seorang pun tau
Dalam diamku, Diam mu,
Menciptakan hening yang panjang,
Yang gema nya hanya aku dan kamu yang pahami
Dalam diam kucintai sosokmu
Dalam diam kucintai bayanganmu
Kita menyebutnya takdir,
Saat aku dan kamu memilih jalan yang berbeda,
Dan bertemu lagi di satu titik
Dan aku,
Aku menyebutnya takdir,
Ketika kita saling cinta,
Tanpa saling memiliki

Tidak ada komentar:
Posting Komentar