Senin, 16 September 2013

Luka yang tak pernah sembuh


Luka itu takkan pernah sembuh
Selama mata masih mampu melihat
Luka itu takkan pernah sembuh
Selama hati masih tersakiti
Dan  luka itu takkan pernah sembuh
Selama jantung masih berdetak
Selama raga masih bernyawa
Entah harus berapa lama menyimpan luka itu sendirian
Bertahan dengan dendam yang semakin lama semakin terasa menyakitkan
Bertahan dengan kepura-puraan yang semakin menyesakkan
Berpura baik-baik saja
Berpura-pura bahagia
Tersenyum, walau hati menangis
Tertawa, walau batin teriris
Entahlah
Andai membalasmu semudah membalikkan telapak tangan
Andai membalasmu tak membuatku terluka
Mungkin sudah sejak lama kubalas sikapmu
Sampai kapan harus diam,
Menanti luka itu sembuh dengan sendirinya
Menanti ingatanku yang memudar
Tuhan,
Andai saja bisa kuputar waktu
Ah,
Tapi Tuhan aku tak ingin berandai andai
Walau sebenarnya kau bisa saja memutar waktu
Tuhan,
Buat aku tegar
Buat aku mampu hadapi semua
Buat aku bertahan simpan luka yang selalu dia gores
Hingga akhirnya semua jadi baik-baik saja
Dan aku terbiasa dengan luka


Tidak ada komentar: