Selama mata masih mampu melihat
Luka itu takkan pernah sembuh
Selama hati masih tersakiti
Dan luka itu takkan pernah sembuh
Selama jantung masih berdetak
Selama raga masih bernyawa
Entah harus berapa lama menyimpan luka itu
sendirian
Bertahan dengan dendam yang semakin lama
semakin terasa menyakitkan
Bertahan dengan kepura-puraan yang semakin
menyesakkan
Berpura baik-baik saja
Berpura-pura bahagia
Tersenyum, walau hati menangis
Tertawa, walau batin teriris
Entahlah
Andai membalasmu semudah membalikkan telapak
tangan
Andai membalasmu tak membuatku terluka
Mungkin sudah sejak lama kubalas sikapmu
Sampai kapan harus diam,
Menanti luka itu sembuh dengan sendirinya
Menanti ingatanku yang memudar
Tuhan,
Andai saja bisa kuputar waktu
Ah,
Tapi Tuhan aku tak ingin berandai andai
Walau sebenarnya kau bisa saja memutar waktu
Tuhan,
Buat aku tegar
Buat aku mampu hadapi semua
Buat aku bertahan simpan luka yang selalu dia
gores
Hingga akhirnya semua jadi baik-baik saja
Dan aku terbiasa dengan luka

Tidak ada komentar:
Posting Komentar