Jumat, 06 September 2013

Pecundang

Mencari, entah apa yang dicari
Merindu, entah kepada siapa rindu itu berlabuh
Rangkaian kata,
Bait-bait puisi,
Hanya terangkai dalam kelu nya lidah,
Tak terucap, tak tertulis,
Hanya sebagai penghias angan,
Melukis sketsa wajah yang enggan kau temui
Sketsa terindah yang slalu hadir di impimu
Penghias angan sang pecundang
Iya.. kau pecundang..!!
Yang selalu Menanti, entah sampai kapan
Menunggu, entah apa yang ditunggu
Hingga dekade demi dekade terlewatkan,
Masa demi masa teracuhkan,
Entah apa yang ada dalam benakmu
Hingga detik berlalu menjadi menit,
Hingga denyutmu mulai melemah,
Apa yang kau nanti?
Apa yang kau tunggu?
Masihkah kau bersikukuh dengan diammu?
Sengajakah kau biarkan detik itu berlalu?
Detik yang begitu berharga,
Detik yang takkan terulang tuk kedua kalinya?
Dan akhirnya garis lurus itu mengakhiri semuanya
Mengakhiri diammu menjadi isakan kecil,
Mengubah heningmu menjadi gema yang enggan berkesudahan,
Inikah yang kau tunggu?
Inikah yang selama ini kau cari?
Lantas untuk apa kau penuhi anganmu dengan bait-bait puisi indah
Lantas untuk apa kau habiskan waktu di sepanjang hidupmu tuk rangkai bait-bait puisi?
Jika tuk sampaikannya saja kau enggan



Tidak ada komentar: