Kamis, 28 November 2013


Langit itu masih jingga sayang,
Sampai sang malam menghapus warnanya,
Senja itu masih merona saga,
Hingga mentari bersembunyi dalam dekapan malam,
                   Senja sore ini masih sama seperti kemarin,
                   Masih merona saga,
                   Langit pun masih jingga
                   Hanya ketiadaanmu yang membuatnya berbeda
membuatnya seakan mengejekku
mengejek aku yang tak henti meratap
mengejek kebodohanku yang tak bisa terima
                    dan senja hari ini jadi saksi
                    betapa bodohnya aku yang tetap menantimu
                   menantimu datang, menengok ke arah jalan,
                   berharap kau datang dan berikan senyummu
tapi lagi - lagi senja mengejekku
yah bagaimana tidak?
aku masih setia dengan penantianku
sementara kau diluar sana mungkin tertawa
                   kau tau ?
                    aku tak sedang mencari simpatimu
                   aku juga tak sedang bersandiwara
                    hanya saja aku mencari obat
                   mencari obat untuk hatiku yang sedang luka

tapi kau tau?
tadi ku datang berharap obat itu ada
dan nyatanya?
aku sudah tak berhak lagi mendapatkannya
ntah berapa lapis kau buat benteng pertahanan
seberapa tinggi tembok yang kau bangun
hingga aku benar - benar tak mampu menembusnya
bahkan melihat bayangmu pun aku tak bisa
 kau tau?
 aku merindukan senja itu
 senja dimana aku masih bisa menyapamu
 senja dimana kau masih bisa tersenyum padaku, walau senyum itu palsu
ntahlah,
biarkan aku bersikap layaknya anak kecil
merengek - rengek padamu,
berharap sesuatu yang tak mungkin
 kau tau?
 sepertinya aku tak lagi butuh ketulusan
 yang kubutuhkan sekarang hanya hadirmu,
 biarlah senyum yang kau beri itu palsu
 biarlah rasa kau kau tunjukkan itu semu
 biar kuterima
asal aku tak lagi sendiri,
asal hariku tak lagi sunyi



Tidak ada komentar: