Jumat, 19 Desember 2014

kamu lagi, kamu lagi :)

hay kamu,
entah bagaimana aku harus mengatakannya
mengapa rasanya sesakit ini,
mencoba menghapus semua tentangmu
awalnya aku bangga aku berhasil
kupikir aku mampu menghapus namamu yang benar2 terukir dihatiku
kupikir aku mampu menghapus rasa yang ada
dengan berpindah dari hati yang satu ke lainnya
mencoba mencintai setiap nama yang singgah
tapi ternyata aku tak bisa
tetap kamu
dan selalu kamu
yang jadi tempat kemana hatiku ingin pulang
tempat bersandar ketika aku letih dengan petualanganku
hay kamu
bisakah kamu peka
dan biarkan aku jadikan kamu satu-satunya
begitupun kamu
jadikan aku satu-satunya
agar tak perlu lagi aku berpetualang
aku lelah...

Sabtu, 01 November 2014

Ga Penting siiihhh

Hai November, Be Nice please :)
mungkin hanya itu doa pertama yang terucap pagi ini, saat mata terbuka dan sadar oktober yang berat telah usai semoga saja  Oke Review oktober yang telah lalu, masa-masa yang teramat sulit bagi saya, mengalami beberapa kehilangan di bulan oktober mampu membuat saya jadi phobia sama bulan oktober #tsahhh pobia sebenarnya semua bulan sama saja, tapi entah mengapa bagi saya oktober selalu punya energi negatif tersendiri buat saya, selalu saja memaksa air mata keluar lebih banyak dari bulan-bulan lainnya. oktober kemarin jadi masa hibernasi buat saya, dimana aktifitas terbanyak adalah tidur :D ngembek gitu ceritanyaaa tapi ah sudahlah semua sudah berlalu
Dan kini november menjelang semangat baru, stamina baru daaann pacar baru #eehh
target november ini gak muluk2 sih,,
- UTS sukses,
- Liburan
- Move On yeayyyy
Bismillah ^_^

November Wish


Rabu, 15 Oktober 2014

late post no tittle

Kau pernah berkata padaku ,setiap ada hi pasti akan ada good bye sebagai penyeimbangnya” rasaku itu sungguh tak adil, kenapa setiap awal bahagia selalu ada kesedihan, sedang setiap awal yang pedih belum tentu menjanjikan kebahagiaan. Aku benci perpisahan, begitu pula oktober, dan mereka bersekongkol menyerangku. Merapuhkan ku, dengan datang bersama sama di oktober ini,ya oktober yang selalu saja tak ingin kujalani, namun harus –“ oktober yang selalu saja menyisakan perpisahan, air mata, serta kerapuhan, argh aku benci ketiga nya, aku benci perpisahan, aku benci meneteskan air mata, terlebih lagi aku benci terlihat rapuh. Entah ini kebetulan ataukah apa, kau memilih oktober sebagai hari perpisahan kita, hari dimana kau tak berjanji kembali, hari dimana aku hanya memiliki satu jam bersamamu sebelum kau benar-benar menjauh, bahkan memelukmu pun aku tak bisa, aku takut kembali rapuh ketika bersandar padamu, aku takut air mataku menetes di hadapanmu.

Kamis, 25 September 2014

Seperti senja

Seperti senja, pergimu  setiap hari tak pernah sama, terkadang ada mentari yang malu-malu bersembunyi dibalik mega, terkadang tak ada tanda apapun. Kau selalu saja begitu. Datang tanpa permisi pergi pun tanpa pamit. Seperti hari ini,kau tiba-tiba hadir di hidupku tanpa kau tau aku hampir saja selesai, menyusun menara untukku bersembunyi dari serangan rindu yang akan hadir saat kau pergi nanti. Kau tanpa rasa bersalah menyentuh hatiku “lagi” iya lagi , karena kau telah berulang kali menyentuhnya , membawanya dan mengembalikannya dalam keadaan terluka, dan kini? Kau mulai menyentuhnya, bersiap – siap membawanya pergi lagi. Lantas kutanyakan padamu, apa nanti hatiku kan kembali dalam keadaan terluka lagi? Kalau iya tolong jangan kau sentuh lagi jika hanya untuk kau campakkan, dan kau hanya bergeming dengan senyum mu yang kini membuatku muak, iya muak, karena aku jengah dengan sikapmu yang lagi dan lagi selalu sama, selalu begini tak mencoba mengubah. Kau selalu memintaku mengubah ini itu, memintaku perlahan meninggalkan duniaku , meninggalkan zona nyaman ku. Sementara kau? Mencoba memperbaiki saja tak pernah. Selalu dengan bertubi-tubi alasan, selalu saja kesalahan berada di pihak ku, dan bodohnya aku mengakui jika itu salahku. Kau. Jangan lagi hadir ya,, menaraku hampir selesai, jangan kau serang dengan rindu-rindu mu yang palsu, jangan kau bombardir dengan cinta-cinta mu yang semu, aku lelah dan biarkan aq disini, beristirahat, aku ingin berdamai denganmu , dengan hatiku, agar aku tak sakit lagi

Sabtu, 20 September 2014

Cinta monyet "May Be"

Cinta monyet
Apakah itu masih bisa dikatakan cinta monyet? Ketika bertahun-tahun lamanya rasa itu masih tersimpan, apakah masih bisa dikatakan cinta monyet? Jika disetiap puisi selalu engkau yang menjadi inspirasi? Kamu adalah awal, awal aku dimana bisa merasa senang, awal dimana aku tau rasanya dicintai , kamu adalah awal, awal dari tindakan bodohku, tindakan bodoh yang tak sekalipun kusesali karena aku menyukainya, menyukai kebodohan yang aku buat.
Apakah masih bisa dikatakan cinta monyet? Jika disetiap jeda kita selalu memberi kabar, berjuang satu sama lain agar tak terputus ikatan “teman” iya teman, karena kau telah bersamanya dan akupun begitu. Masihkah disebut cinta monyet? Jika kau sengaja meluangkan waktu, meninggalkannya meski sejenak hanya tuk menemuiku.
Ada terselip kebanggaan tersendiri di benakku ,  ketika semua orang menanyakan keberadaanmu , dan tak seorang pun tau kau dimana, sedangkan aku, aku yang jauh darimu , bersebrangan pulau denganmu , tau kau sedang apa dan dimana. Ada senyum yang terukir setiap dering handphone dan disitu terlihat namamu memanggil. Ada senyum tersendiri ketika sapaan pertama dalam obrolan kita. Sapaan yang tak pernah berubah sejak sewindu lalu.

Masihkah ini disebut cinta monyet? Ataukah ini cinta diam-diam? Yang hanya aku, kau dan Tuhan yang tau.

Jumat, 12 September 2014

Kemarin dan Hari Ini

Kemarin,
Ya hari kemarin
Kau membuang ketulusan itu
Kau abaikan ketulusan yang tertuju hanya untukmu
Kau campakkan bak sampah hina
Dan bahkan kau enggan menatapnya lagi
Kau,
Anggap aku seperti sampah busuk yang harus kau jauhi
Semua cacian, hinaan, kau lontarkan tanpa bersalah
Kau anggap aku layak menerimanya
Bahkan sumpahmu,
Sumpah penuh kebencian,
Sumpah penuh amarah
Dan aku,,
Aku dengan kebodohanku
Hanya bisa diam
Terpaku
Menerima semua hinaan yang mendarat untukku
Menelan kekecewaan seorang diri
Inikah yang kupuja selama ini?
Inikah makhluk yang kucinta selama ini?
Aku,,
Merasakan sendiri
Perih yang perlahan menyesap di relung hati
Membiarkan hatiku terluka, terkoyak lalu melebur
Hingga akhirnya aku menyerah, membiarkan hatiku disana,
Pergi tanpa ada hatiku yang tersisa di diri ini
Meninggalkan serpihannya yang masih luka dan membiru
Teronggok disana
Dan hari ini,
Hari ini kau mulai berbalik
Kau mulai mengaisnya lagi
Sisa sisa serpihan yang kutinggalkan
Sisa puing hati yang dulu kau campakkan
Kau mulai menangisi
Air mataku yang dulu terjatuh untukmu
Kau mulai meratapi
Hatiku yang tak lagi tersisa untukmu
Kamu,
Apakah kamu sadar?
Tolong raba hatimu
Masih kah ia disana?
Ataukah dia tlah pergi ditelan amarahmu
Ataukah ia tlah hancur dihempas keserakahanmu?
Raba lagi hatimu
Masihkah ia disana
Dan jangan pernah kembali padaku

 sebelum hatimu ada padamu

Rabu, 27 Agustus 2014

semalam

Semalam bayangmu kembali mengganggu, hadir di mimpiku sebagai seseorang yang sama, saat aku dan kamu masih menjadi kita, dan lagi-lagi mimpi semalam membuat luka ku kembali basah ,  luka yang belum sempat kering dan perihnya masih terasa, kini harus basah lagi L .  
Dan lagi, ingatanku tentangmu kembali mengapung ,  membentuk sketsa wajah yang tak asing di mataku , terlukis senyum yang dulu pernah untukku , senyum malu – malu , senyum penuh kasih yang dulu pernah milikku, entah kini masih untukku ataukah sudah milik yang lain. Rasanya baru kemarin aku mengenalmu , baru kemarin kau nyatakan cinta untukku, dan baru kemarin kau berjanji selamanya mencintaiku , secepat itukah hatimu berpaling? Secepat itukah kau kembalikan hatiku ? yang kau bawa dalam keadaan utuh, dan kini kembali hanya serpihannya.

Jumat, 22 Agustus 2014

hatiku hari ini :)

Hay kamu,
Hari ini aku ingin bercerita tentang dia,
Tentang dia yang sebulan ini tanpa kusadari mengusik hariku
Dan baru hari ini kusadari
Hadirnya mampu mengukir senyum di wajahku
Senyum yang telah lama sirna
Dia,
Aku tak tau seperti apakah dia di hatiku
Aku tak menjadikannya sebagai obat,
Karena saat ini belum kutemukan obat seperti apa yang cocok untuk luka ku
Dan aku pun tak tega menjadikan dia pelampiasan
Pelampiasan atas kecewaku padamu
Hanya saja,,
Hanya saja aku merasa senang
Klise memang,
Tapi rasanya kegembiraan ini sama seperti di awal-awal ku jumpa dirimu
Berbunga seperti saat cintaku baru bersemi
Entahlah,,
Kuharap bahagiaku ini tak sementara
Tapi tenang saja
Jangan kau berpikir aku lantas bahagia begitu saja
Sisa luka yang kau tancapkan belum kering
Ngilu nya masih terasa
Dan bekas nya pun masih
Masih ruam membiru
Hay kamu..
Doakan aku disini ya J
Doakan aku mendapat pengganti yang lebih tulus

Lebih tulus dari aku mencintai kamu J

KENANGAN

Aku menamainya kenangan
Sesuatu yang tak bisa kulupakan
Juga yang tak bisa kubawa ke masa depan
Aku menamainya kenangan
Saat aku kembali dan terdiam di suatu tempat
Lalu menertawakan ketololan yang pernah kulakukan
Dan sekali lagi,
Aku masih menamainya kenangan
Saat lembaran foto tercetak
Namun ku tak bisa membuatnya kembali nyata
Aku bisa melihatmu, menatapmu,
Tapi tak bisa lagi menyentuhmu
Terlebih untuk berharap bisa bersamamu
Ya. Bahkan untuk berharap pun aku tak lagi berhak
Kita...
Kita masih menatap langit yang sama
Berpijak pada bumi yang sama
Bahkan bersujud pada kiblat yang sama
Tapi hati kita tak sama lagi
Aku masih menyayangimu,
Dan kamu...
Kamu mulai menyayanginya
Sakit bukan?
Ya.! Itulah cinta
Cinta yang katamu selamanya
Tapi bahkan sewindu pun belum genap
Kau telah berpaling J

Dan menjadi KENANGAN J

Kamis, 21 Agustus 2014

Rindu? may be?

aku rindu,
aku rindu disaat kita masih bersama,
disaat hatimu,
cintamu
 sayangmu masih untukku. .
entah masih adakah kesempatan untuk kita bisa bersama
nanti suatu hari,
meski luka,
meski perih,
ntah kenapa hatiku masih tetap untukmu,
meski beribu cacian kau tujukan untukku,
maaf ku untukmu seakan tak pernah habis,
rinduku padamu seakan tak pernah sirna,
meski berusaha mengelak,
berusaha menjauh,
berusaha men tabahkan hati,
tatap saja hatiku rapuh tanpamu,
 tetap saja hati ini inginkan qm .
mungkin besar salahku padamu,
tapi kuharap kebencianmu padaku tak berlangsung lama,
 lupaka luka yang lalu,
maafkan semua salahku,
terima kasih untuk hari ini,
kemarin dan hari2 yang pernah kau habiskan bersamaku,
maaf jika masih belum bisa jadi yang terbaik
 hingga akhirnya kau berpaling.
but i hope u can give me a second chance,
kesempatan kedua denganmu,
dengan hatimu yang baru,
yang bersih dari luka,
 yang suatu saat nanti bisa menerimaku lagi
 meski semua tampak mustahil..
 i love u yesterday, today and tomorrow..
i'm sorry for my mistake

Rabu, 20 Agustus 2014

THE END

THE END
Hari ini berakhir

Ya benar-benar berakhir, meski tak kuharap ini selamanya, tapi sepertinya sisa cinta bahkan serpihan cinta dihatinya tak ada lagi, mungkin benci? Mungkin marah? Terkadang masih ada harapan di hati ini, tapi rasanya tak mungkin. Sebesar apapun perasaan ini harus dikubur. Tak boleh terus bertambah dan menyakiti saya sendiri, saya harus bisa bangkit, berdiri lagi dan berlari mengejar segala sesuatu yang sempat tertinggal karena saya berhenti pada satu titik.  Melanjutkan hidup menuju yang lebih baik. Berhenti berharap pada makhluk, dan mulai menumpukan harapan pada yang maha memberi harapan, pada Nya yang takkan meninggalkan saya meski saya meninggalkanNya berkali kali, menyakitiNya berulang kali namun tetap selalu ada untuk saya, mendengar apa yang tidak saya katakan, dan mengerti apa yang tidak saya ungkapkan.  Memberi apa yang saya butuhkan bukan yang saya minta. Ya Tuhan...  Tuhan yang selama ini saya abaikan, yang selama ini tak saya hiraukan. Terimalah saya kembali, menyembahmu, bersujud padamu. Mempersiapkan bekal tuk perjalanan panjang menuju singasanamu. Perkenankan saya mencukupkan bekal saya sebelum perjalanan itu dimulai. 

Jumat, 27 Juni 2014

DEAR KAMU
Hay kamu,
Masihkah aku dihatimu?
Ataukah luka tlah menghapus namaku dari hatimu?
Hay kamu
Akankah aku ada di rasa sesalmu nanti?
Akankah namaku jadi bagian dari kenangan manismu?
Akankah ada tempat untuk namaku di cerita hidupmu nanti?
Adakah namaku tercantum di mimpi-mimpi mu?
Mimpi-mimpi yang ingin kau raih
Adakah aku jadi bagian dari semua itu?
Ataukah semua terhapus seiring berakhirnya kisah kita?
Hay kamu
Adakah terbersit dihatimu?
Adakah aku di ingatanmu?
Ataukah aku hanya sekedar penghancur anganmu
Ataukah aku hanya sekedar perusak mimpi indahmu?
Kamu,
Pernahkah terlintas rasa iba ketika kau menyakitiku??


Rabu, 25 Juni 2014

DEAR TUHAN
Tuhan
Aku tau aku tak pantas memaksa padamu
Aku tau aku tak pantas mendahului kehendakmu
Tapi Tuhan
Aku yakin dengan hatiku
Hatiku berpihak padanya
Meski seribu rasa sakit
Entah mengapa maaf itu masih dan akan selalu ada untuknya
Tuhan
Ijinkan aku memaksamu sekali lagi
Ijinkan aku dengan ke egoisanku memintanya darimu
Ijinkan aku bersamanya hingga aku lelah dengan sendirinya

Hingga aku ikhlas melepasnya

Kamis, 29 Mei 2014

dear kamu yang menyakitiku

Dear kamu..
Dear Kamu yang menyakitiku..
Entah sampai kapan aku bisa..
Entah sampai kapan aku mampu..
Mampu bertahan ditengah luka yang terus dan terus kau goreskan..
Kamu..
Entah sampai kapan kamu kan sadar..
Aku manusia punya hati..
Dear kamu..
Jangan pernah menyesal jika nanti rasaku sirna..
Jangan pernah tangisi jika sabarku tlah musnah. .
Dear kamu..
Masihkah kamu ingin...
Masihkah kamu harap hadirku di hidupmu?
Masihkah berarti aku dihatimu..
Jika selalu saja kau ulang kesalahan yang sama..
Aku punya rasa lelah..
Aku manusia yang serba terbatas..
Meski hingga kini rasaku tak berbatas..
Namun waktu bisa membuatnya berubah..
Membuatnya jadi terbatas..
Membuatnya mampu berbelok dan singgah di tepi yang lain..
Sadarlah atau kau kan menyesal.. 

Jumat, 25 April 2014

Bismillahhirrahmanirrahim..
Aku mengawalinya dengan perlahan. Semoga saja tak retak.. semoga saja tak terasa sakitnya..
Aku mengawali perjalanan baruku ini dengan penuh hati2..
Mengejar harapan dan mimpi yang sempat terhenti karna hadirmu..
Mengejar semua ketertinggalan. .
Aku bukan akan meninggalkanmu.. tapi aku justru mengajakmu berlari menuju segala sesuatu yang telah berlalu dari hidup kita..

Kamis, 20 Maret 2014

kepada kamu

Hay kamu..
Kamu yang disana..
Ingin rasanya bersandar dan menangis  di bahumu...
Ingin rasanya berbagi lara denganmu..
Hay kamu..
Aku lelah berjalan sendiri disini..
Tanpamu sepi merajai hari ku..
Hay kamu..
Masih ingatkah tentang dia..
Yang padanya kuserahkan hatiku. .
Yang padanya kuberikan tahtamu..
Dia sakiti aku..
Dia perlakukan aku bak sampah yang busuk. ..
Separah itukah aku?
Hay kamu...
Andai masih ada kamu disini..
Tak mungkin aku se merana ini..
Takkan aku terpuruk seperti sekarang...
Hay kamu..
Bisakah kamu hadir?
Sejenak walau hanya sebatas mimpi..

Sabtu, 15 Maret 2014

ga jelas

Saya memulai hari ini dengan tersenyum, berharap suasana hati membaik, tapi entah kenapa masih saja terpikir tentangmu, tentangmu yang jauh disana, tentangmu yang tak tergapai, tentangmu yang takkan mungkin dan tak akan pernah bisa jadi milikku lagi, semua yang terjadi masih terekam dengan jelas, sedetail mungkin, ntah apakah masih ada yang terlewatkan olehku, tapi kurasa tidak, rasa ini, masih akan tetap sama seperti sewindu yang lalu, rasa yang bagiku hanya sebatas cinta monyet anak SMP, rasa yang ntah bagaimana rupanya aku pun tak tau, semua sulit tuk diungkapkan, tapi yang pasti semua itu takkan pernah hilang, rasa yang mampu membuatku istimewa, perasaan nyaman, tenang, sulit tuk diungkapkan.