THE END
Ya benar-benar berakhir, meski tak kuharap ini
selamanya, tapi sepertinya sisa cinta bahkan serpihan cinta dihatinya tak ada
lagi, mungkin benci? Mungkin marah? Terkadang masih ada harapan di hati ini,
tapi rasanya tak mungkin. Sebesar apapun perasaan ini harus dikubur. Tak boleh
terus bertambah dan menyakiti saya sendiri, saya harus bisa bangkit, berdiri
lagi dan berlari mengejar segala sesuatu yang sempat tertinggal karena saya
berhenti pada satu titik. Melanjutkan hidup
menuju yang lebih baik. Berhenti berharap pada makhluk, dan mulai menumpukan
harapan pada yang maha memberi harapan, pada Nya yang takkan meninggalkan saya
meski saya meninggalkanNya berkali kali, menyakitiNya berulang kali namun tetap
selalu ada untuk saya, mendengar apa yang tidak saya katakan, dan mengerti apa
yang tidak saya ungkapkan. Memberi apa
yang saya butuhkan bukan yang saya minta. Ya Tuhan... Tuhan yang selama ini saya abaikan, yang
selama ini tak saya hiraukan. Terimalah saya kembali, menyembahmu, bersujud
padamu. Mempersiapkan bekal tuk perjalanan panjang menuju singasanamu. Perkenankan
saya mencukupkan bekal saya sebelum perjalanan itu dimulai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar