Semalam bayangmu kembali
mengganggu, hadir di mimpiku sebagai seseorang yang sama, saat aku dan kamu
masih menjadi kita, dan lagi-lagi mimpi semalam membuat luka ku kembali basah
, luka yang belum sempat kering dan
perihnya masih terasa, kini harus basah lagi L .
Dan lagi, ingatanku tentangmu kembali
mengapung , membentuk sketsa wajah yang
tak asing di mataku , terlukis senyum yang dulu pernah untukku , senyum malu –
malu , senyum penuh kasih yang dulu pernah milikku, entah kini masih untukku
ataukah sudah milik yang lain. Rasanya baru kemarin aku mengenalmu , baru
kemarin kau nyatakan cinta untukku, dan baru kemarin kau berjanji selamanya
mencintaiku , secepat itukah hatimu berpaling? Secepat itukah kau kembalikan
hatiku ? yang kau bawa dalam keadaan utuh, dan kini kembali hanya serpihannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar