Jumat, 12 September 2014

Kemarin dan Hari Ini

Kemarin,
Ya hari kemarin
Kau membuang ketulusan itu
Kau abaikan ketulusan yang tertuju hanya untukmu
Kau campakkan bak sampah hina
Dan bahkan kau enggan menatapnya lagi
Kau,
Anggap aku seperti sampah busuk yang harus kau jauhi
Semua cacian, hinaan, kau lontarkan tanpa bersalah
Kau anggap aku layak menerimanya
Bahkan sumpahmu,
Sumpah penuh kebencian,
Sumpah penuh amarah
Dan aku,,
Aku dengan kebodohanku
Hanya bisa diam
Terpaku
Menerima semua hinaan yang mendarat untukku
Menelan kekecewaan seorang diri
Inikah yang kupuja selama ini?
Inikah makhluk yang kucinta selama ini?
Aku,,
Merasakan sendiri
Perih yang perlahan menyesap di relung hati
Membiarkan hatiku terluka, terkoyak lalu melebur
Hingga akhirnya aku menyerah, membiarkan hatiku disana,
Pergi tanpa ada hatiku yang tersisa di diri ini
Meninggalkan serpihannya yang masih luka dan membiru
Teronggok disana
Dan hari ini,
Hari ini kau mulai berbalik
Kau mulai mengaisnya lagi
Sisa sisa serpihan yang kutinggalkan
Sisa puing hati yang dulu kau campakkan
Kau mulai menangisi
Air mataku yang dulu terjatuh untukmu
Kau mulai meratapi
Hatiku yang tak lagi tersisa untukmu
Kamu,
Apakah kamu sadar?
Tolong raba hatimu
Masih kah ia disana?
Ataukah dia tlah pergi ditelan amarahmu
Ataukah ia tlah hancur dihempas keserakahanmu?
Raba lagi hatimu
Masihkah ia disana
Dan jangan pernah kembali padaku

 sebelum hatimu ada padamu

Tidak ada komentar: