Sabtu, 20 September 2014

Cinta monyet "May Be"

Cinta monyet
Apakah itu masih bisa dikatakan cinta monyet? Ketika bertahun-tahun lamanya rasa itu masih tersimpan, apakah masih bisa dikatakan cinta monyet? Jika disetiap puisi selalu engkau yang menjadi inspirasi? Kamu adalah awal, awal aku dimana bisa merasa senang, awal dimana aku tau rasanya dicintai , kamu adalah awal, awal dari tindakan bodohku, tindakan bodoh yang tak sekalipun kusesali karena aku menyukainya, menyukai kebodohan yang aku buat.
Apakah masih bisa dikatakan cinta monyet? Jika disetiap jeda kita selalu memberi kabar, berjuang satu sama lain agar tak terputus ikatan “teman” iya teman, karena kau telah bersamanya dan akupun begitu. Masihkah disebut cinta monyet? Jika kau sengaja meluangkan waktu, meninggalkannya meski sejenak hanya tuk menemuiku.
Ada terselip kebanggaan tersendiri di benakku ,  ketika semua orang menanyakan keberadaanmu , dan tak seorang pun tau kau dimana, sedangkan aku, aku yang jauh darimu , bersebrangan pulau denganmu , tau kau sedang apa dan dimana. Ada senyum yang terukir setiap dering handphone dan disitu terlihat namamu memanggil. Ada senyum tersendiri ketika sapaan pertama dalam obrolan kita. Sapaan yang tak pernah berubah sejak sewindu lalu.

Masihkah ini disebut cinta monyet? Ataukah ini cinta diam-diam? Yang hanya aku, kau dan Tuhan yang tau.

Tidak ada komentar: