Cinta monyet
Apakah itu masih bisa dikatakan
cinta monyet? Ketika bertahun-tahun lamanya rasa itu masih tersimpan, apakah
masih bisa dikatakan cinta monyet? Jika disetiap puisi selalu engkau yang
menjadi inspirasi? Kamu adalah awal, awal aku dimana bisa merasa senang, awal
dimana aku tau rasanya dicintai , kamu adalah awal, awal dari tindakan bodohku,
tindakan bodoh yang tak sekalipun kusesali karena aku menyukainya, menyukai
kebodohan yang aku buat.
Apakah masih bisa dikatakan
cinta monyet? Jika disetiap jeda kita selalu memberi kabar, berjuang satu sama
lain agar tak terputus ikatan “teman” iya teman, karena kau telah bersamanya
dan akupun begitu. Masihkah disebut cinta monyet? Jika kau sengaja meluangkan
waktu, meninggalkannya meski sejenak hanya tuk menemuiku.
Ada terselip kebanggaan
tersendiri di benakku , ketika semua
orang menanyakan keberadaanmu , dan tak seorang pun tau kau dimana, sedangkan
aku, aku yang jauh darimu , bersebrangan pulau denganmu , tau kau sedang apa
dan dimana. Ada senyum yang terukir setiap dering handphone dan disitu terlihat
namamu memanggil. Ada senyum tersendiri ketika sapaan pertama dalam obrolan
kita. Sapaan yang tak pernah berubah sejak sewindu lalu.
Masihkah ini disebut cinta
monyet? Ataukah ini cinta diam-diam? Yang hanya aku, kau dan Tuhan yang tau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar