Kau pernah berkata padaku , “ setiap ada hi
pasti akan ada good bye sebagai penyeimbangnya” rasaku itu sungguh tak adil,
kenapa setiap awal bahagia selalu ada kesedihan, sedang setiap awal yang pedih
belum tentu menjanjikan kebahagiaan. Aku benci perpisahan, begitu pula oktober,
dan mereka bersekongkol menyerangku. Merapuhkan ku, dengan datang bersama sama
di oktober ini,ya oktober yang selalu saja tak ingin kujalani, namun harus –“
oktober yang selalu saja menyisakan perpisahan, air mata, serta kerapuhan, argh
aku benci ketiga nya, aku benci perpisahan, aku benci meneteskan air mata, terlebih
lagi aku benci terlihat rapuh. Entah ini kebetulan ataukah apa, kau memilih
oktober sebagai hari perpisahan kita, hari dimana kau tak berjanji kembali,
hari dimana aku hanya memiliki satu jam bersamamu sebelum kau benar-benar
menjauh, bahkan memelukmu pun aku tak bisa, aku takut kembali rapuh ketika
bersandar padamu, aku takut air mataku menetes di hadapanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar