Kamis, 30 Mei 2013

Tentang Kamu

Kamu,
Iya kamu,
Kamu  yang selalu mengusik hari-hariku,
Kamu yang selalu hiasi hatiku dengan pelangi,
Kamu yang selalu memberiku tawa,
Tapi kini kamu memberiku pelangi,
Bukan di hati,
Tapi di mata,
Bukan pelangi yang datang setelah hujan,
Tapi dia datang sebelum hujan,
Kamu,
Iya kamu,
Kamu yang tega hianati aku
Kamu yang tega melukiskan luka di hatiku
Entah mengapa aku tak bisa
Ingin rasanya aku membalasmu,
Membuatmu jera, dengan kebiasaanmu yang selalu lukaiku
Entah kau menyadarinya atau tidak,
Kamu,
Iya kamu,
Mungkinkah suatu saat kamu kan mengerti?
Mungkinkah suatu saat kamu kan merasa kehilangan?
Bila aku tak ada lagi di sisimu,
Bila aku tak lagi mengusik tidurmu dengan suara cemprengku
Akankah kau merindukan aku?
Akankah aku kan menjadi bagian dari kenangan manismu?
Ataukah aku bagai foto usang yang ingin kau buang?
Kamu,
Iya kamu lagi,
Kamu pernah inginkan aku menghilang dari hidupmu,
Apakah itu dari lubuk hatimu?
Ataukah hanya mengobati kecewamu?
Kamu,
Iya kamu,
Kamu yang berhianat ketika kau merasa jenuh denganku
Akankah kau kan terus seperti itu?
Bisakah kau pikirkan hatiku?
Bisakah kau rasakan bagaimana sakitnya menjadi aku?
Aku menutup pintu hatiku rapat2 untuk semua cinta yang ingin masuk,
Hanya demi kamu,
Demi mempertahankan singasanamu,
Tapi mengapa kau seperti sengaja,
Berlari kesana kemari,
Menghinggapi singasana singasana lainnya,
Tak lelahkah kau berkelana?
Kamu,
Iya kamu,
Bolehkah kuminta padamu?
Tetap tinggal dan diam dihatiku,
Jangan pergi lagi
Dan jangan lukai lagi
Sulitkah itu?


lagi dan lagi

Entah ini apa namanya Teguran ataukah petunjuk, Hanya saja ada sesuatu di dasar hati ini yang berontak, Seakan tak terima kenyataan, bayangkan bagaimana remuknya hatimu, menerima bahwa seorang yang kau anggap saudara, kau anggap bisa menjadi teladan yang baik justru menusukmu dari belakang, yah walau dia tak sengaja, tetap sakit bukan?

Sebenarnya logikaku telah memberi peringatan , hanya saja hatiku keukeuh menegaskan dan membela diri, aku pernah dengar suatu ungkapan, “hati tak pernah salah menilai” , tapi kini sepertinya hatiku tlah salah dalam menilai, mungkin telah dibutakan oleh 1 kata, cinta sepertinyaa ,, entah mengapa setiap aku menemukan bukti-bukti, selalu saja hatiku memihak padamu, mungkin kau tak berhianat secara fisik, tapi hatimu tlah berhianat, dan itu sesakit sakitnya dihianati, dan kini aku dengan kebimbanganku, kepolosanku, hanya bisa diam, tak tau harus berbuat apa, haruskah mengakhiri semua, ataukah aku harus bertahan dan membiarkan hati ini hancur, hingga tersisa remahannya, ataukaah bertahan hingga aku tak lagi punya hati?hingga aku tak lagi mampu rasakan sakitnya, hingga aku mati rasa, itukah yang kau mau? Agar aku tak merasa sakit ketika kau lukai, lagi dan lagi...

Senin, 27 Mei 2013

Senja Ke-5 Tanpamu

senja kemarin begitu indah..
senja kelima tanpamu,
senja kelima yang berlalu tanpa berbagi rasa denganmu,
kau tau??
sejak itu hatiku ruam membiru,
entah karena luka,
ataukah biasan birunya senja
tapi yang kutau nyerinya hingga kini masih terasa,
aku pernah rasakan hal yang sama seperti ini,
tapi dia tak senyeri kali ini,
kau pernah bilang,
bahwa kau bisa rasakan sakit yang kurasa,
benarkah itu? atau hanya bual mu belaka,?
tapi jika benar? mengapa kau tak pernah tau jika aq terluka?
mengapa kau tak pernah menyadari hatiku yang ruam membiru?
butakah? atau kau berpura-pura buta?
sudah bekukah hatimu?
atau sengaja kau buat seolah hatimu beku?
hingga tak dapat lagi kau bedakan mana yang melukai mana yang tidak?
ah sudahlah ..
toh kamu tak lagi peduli, 
tak lagi mau tau..
sudahlah berhenti mencecarku,
berhenti menasehatiku,
biarlah kukenang sendiri, 
biar kunikmati sendiri sakitnya..
biarlah serpihan kenangan itu kusimpan,
agar kelak dapat kukenang :)


Senja

Langit itu masih jingga
Langit itu masih jingga sayang,
Sampai sang malam menghapus warnanya,
Senja itu masih merona saga,
Hingga mentari bersembunyi dalam dekapan malam,
                   Senja sore ini masih sama seperti kemarin,
                   Masih merona saga,
                   Langit pun masih jingga
                   Hanya ketiadaanmu yang membuatnya berbeda
membuatnya seakan mengejekku
mengejek aku yang tak henti meratap
mengejek kebodohanku yang tak bisa terima
                   dan senja hari ini jadi saksi
                   betapa bodohnya aku yang tetap menantimu
                   menantimu datang, menengok ke arah jalan,
                   berharap kau datang dan berikan senyummu
tapi lagi - lagi senja mengejekku
yah bagaimana tidak?
aku masih setia dengan penantianku
sementara kau diluar sana mungkin tertawa
                   kau tau ?
                   aku tak sedang mencari simpatimu
                   aku juga tak sedang bersandiwara
                   hanya saja aku mencari obat
                   mencari obat untuk hatiku yang sedang luka
tapi kau tau?
tadi ku datang berharap obat itu ada
dan nyatanya?
aku sudah tak berhak lagi mendapatkannya
ntah berapa lapis kau buat benteng pertahanan
seberapa tinggi tembok yang kau bangun
hingga aku benar - benar tak mampu menembusnya
bahkan melihat bayangmu pun aku tak bisa
kau tau?
aku merindukan senja itu
senja dimana aku masih bisa menyapamu
senja dimana kau masih bisa tersenyum padaku, walau senyum itu palsu
ntahlah,
biarkan aku bersikap layaknya anak kecil
merengek - rengek padamu,
berharap sesuatu yang tak mungkin
kau tau?
sepertinya aku tak lagi butuh ketulusan
yang kubutuhkan sekarang hanya hadirmu,
biarlah senyum yang kau beri itu palsu
biarlah rasa kau kau tunjukkan itu semu
biar kuterima
asal aku tak lagi sendiri,
asal hariku tak lagi sunyi




#repost 16 Februari 2013

Minggu, 26 Mei 2013

Kisah di Ujung Senja Part III

3 tahun kemudian
Aldy yang saat itu sedang berfoto-foto ria, dihampiri oleh seorang perempuan paruh baya yang berseragam batik , begitu perempuan itu mendekat barulah Aldy mengenali perempuan itu adalah Tante emy, “loh tante apa kabar? Kapan datang dari jogja?” tanya Aldy sembari mencium tangan tante Emy sebagai salam hormat, “baru aja kemarin, tante sengaja datang kesini, sesuai janji tante sama Freya” sambil menyerahkan kado yang terbungkius dengan rapi, namun tampaknya kado itu sudah lama dibungkus, terlihat dari bentuknya yang agak sedikit tergores ujungnya, “ini dari Freya” begitu selesai menyerahkan kado., tante Emy segera pamit karena harus menyelesaikan urusan urusannya. Aldy yang menerima kado itu terbengong hingga lupa berucap apapun, bagaimana Freya mempersiapkan ini sebelum dia meninggal? Apa sebenarnya yang dirahasiakan Freya??
Sesampai dirumah, Aldy langsung membuka kadonya, yang berisi diary dan sebuah gantungan kunci berbentuk dolphin, Freya tau Aldy sangat menyukai dolphin,sehingga ia menyelipkan gantungan itu disela kadonya. Begitu ia membuka Diary, didalam diary itu tersimpan banyak foto freya bersama dirinya dengan berbagai pose, serta tertera tanggal pengambilan Foto itu. Perlahan ia baca lembar demi lembar buku diary freya, dan ia terhanyut dalam tulisan tangan gadisnya itu.

Tentang kamu
24 januari 2009
Hari ini pertama kali aku bertemu dengannya, pangeran senja yang tiba-tiba hadir saat aku asyik menunggu Desy,saat itu dia sedang sibuk menghapal sejarah, tanpa dia sadari, dia duduk disampingku dan mulai menghapal perjanjian linggar jati, yang sudah kuhapal sejak SD, saat itu yang ada di fikiranku, dia itu payah, masa seorang mahasiswa tidak dapat menghapal perjanjian yang isinya hanya segelintir kalimat pendek? Saat aku asyik dengan pikiranku yang menertawakan kekonyolannya, dia bertanya padaku “ehm..kamu Freya kan? Teman sekelas aku?” dengan polosnya dia bertanya, namun bukannya aku menjawab, aku malah tertawa terbahak bahak, “ya ampun Aldy, jadi selama ini kamu nggak kenal aku?” tanyaku dengan ekspresi gemas, bagaimana bisa? Aku ..seorang  Freya astasya, yang notabene disebut kalender berjalan, dan cukup populer dikampus, tidak dikenali teman sekelasku sendiri? Astagaa..mimpi apa aku semalam?

2 februari 2009
Rasanya lama aku tidak menulis disini, saat ini topik ku tetap pada Aldy, saat pertemuan kami yang tidak sengaja itu, kami jadi semakin akrab, kami merasa saling melengkapi, dia yang bisa disebut pelupa, beriringan dengan seorang  kalender berjalan, kata mereka sih kita ada chemistry, ah tapi peduli setan, bagiku dia sama seperti teman temanku biasa, tak ada yang istimewa,walau aku merasa ada sedikit getar-getar cinta hehhee J tapi ah sudahlah, aku berusaha melupakan perasaan ini, takut kalau Aldy sudah ada yang punya.

9 february 2009
Senin pagi yang cerah, hari ini ada kelas sejarah, saat yang slalu ku tunggu tunggu, karena aku suka sejarah, namun ternyata dosen sejarah ku tidak ada, jadi pulang lah kami, saat itu Aldy mengajakku jalan jalan, kita pergi ke taman, dan saat itu juga bagai disambar petir aku mendengar pengakuan nya, ia memintaku menjadi pacarnya, aku yang memang menyukainya lantas mengiyakan tawarannya, dan sejak saat itulah kami resmi menjadi kekasih, hari ini happy happy... J


15 juli  2010
Ehm ternyata lama juga aku nggak update cerita,, maaf yah diaryku..
Ehm kenapa yah akhir akhir ini aku jadi pelupa? Bahkan aku lupa dimana naroh si blackie? Ckckck,, untung hidungku nempel,, kalo ga nempel,,mungkin nih hidung juga kelupaan,, akhir akhir ini aku juga sudah ga seperti biasa, aku suka lupa inti inti dari materi sejarah, bahkan banyak teman temanku kesal karena aku.. oh my God,, bisanya aku begini,,kualat sama Aldy kali yah? Hehe J

18 juli 2010
          Astaga.. payah banget ingatanku,, andai aja Desy nggak ngasih tau hari ini kuliah,,mungkin aku masih tidur, oh ya, Desy tadi bilang aku suruh periksa, emang segitunya yah aku pikun?

20 juli 2010
          Tuhan..aku tak sanggup mendengar vonis itu, Tuhan? Mengapa kau kejam padaku? Apa salahku Tuhan? Apa karena aku lalai pada tugasku? Tuhan tunjukkan apa salahku,, Tuhan,, andai mereka tau,, pasti mereka akan bersedih,, Tuhan tolong hapus vonismu,,tolong beri aku keajaiban,,,Tuhan,,Alzheimer telah membawa kakek untuk lebih cepat berjumpa denganmu,, dan sekarang kau ingin memanggilku dengan cara yang sama? Tuhan,,aku tak ingin melupakan mereka di sisa waktuku,,, tapi mengapa kau buatku seperti ini? Mengapa kau beri aku ingatan yang sempurna jika kau meminta ingatanku lebih cepat? Tolong Tuhan,,ubah semua ini dengan kuasamu,,,

21 juli 2010
          Rasanya ga sanggup jika harus membiarkan Aldy terus mencintaiku, bagaimanapun ia harus membenciku, aku tak ingin dia menangis saat ku pergi nanti, hari ini sandiwara pun ku mulai, untung  Desy percaya jika aku mencintai Rama, dengan berpura pura mencintai Rama, mungkin Desy menganggapku brengsek,, mencampakkan seorang yang benar benar menyayangiku,, yah meskipun berat,, aku harus bisa,,,demi Aldy,, demi perasaannya..
22 juli 2010
          Aldy mengakhiri semua..walau sakit aku harus bisa terima,, karena ini yang kumau ,, dan akhirnya dia menjadikan Desy sebagai pelampiasan, ah,,biarkan,,aku juga sakit melihat mereka,, sesuai perjanjian,,aku dan Rama hanya berpacaran seminggu,, karena pacar Rama marah jika kami terlalu lama berpura pura pacaran,,,nampaknya Aldy senang melihat Rama mencampakkanku... rasanya sakit,,lebih sakit daripada ditusuk jarum,,dibenci oleh orang yang kita cinta itu benar benar menyiksa,, sama seperti Alzheimer,, entah kenapa dia mulai membuat kepalaku sering migrain,,



5  agustus 2010
          Sakit kepala yang benar-benar menyiksa,, oh Tuhan,,sampai kapan aku begini?? Sakit yang begitu menyiksa,, ingaatan yang perlahan lahan memudar,, namun melihat aldy begitu bahagia bersama Desy,,rasanya sakitku lenyap,,terima kasih Tuhan,,kau telah memberi Desy untuk Aldy,, Desy,,aku ingin kau menjaga pangeran senjaku.. bisa kan???

7 oktober 2010
          Tuhan,, sakit yang tak tertahankan,, mungkin saat ini kan tiba masaku,,, tapi Tuhan..aku ingin melihatnya sekali saja.. walau memory ku nanti sudah tak mampu mengenalinya,, beri aku kesempatan untuk melihatnya,,

            Begitu selesai membaca diary Freya, segera Aldy menutup diary itu.. teringat bagaimana dulu ia membenci gadis itu, gadis yang slalu dipuja nya, gadis yang slalu dicinta, ternyata dibalik semua itu justru Freya lah yang terluka, Freya yang menahan sakitnya sendiri, bahkan dia harus terluka melihat orang yang disayanginya pacaran dengan sahabatnya sendiri, saat Aldy hendak menaruh diary Freya, ternyata ada selembar kertas yang terjatuh diantara diary itu, disitu terlihat jelas tulisan tangan Freya,

Dear Pangeran Senja,
          Sayang, apa kabarmu hari ini? Kamu sehat kan? Jangan kayak aku yah? Saking senangnya berpetualang sampe lupa sama kesehatanku, mungkin saat kamu baca ini aku udah jauh,, kamu mau ikut?? Jangan deh ya,, kamu tetap disitu, doain aku, jagain bunda aku yah, jagain juga Desy, oh ya, mungkin aku kualat sama kalian berdua, kan aku suka katain Desy penyakitan, trus aku juga pernah bilangin kamu “masih muda kok pikun?” yah kan? Maaf yah, oh ya ngga apa kan aku panggil kamu sayang? Ya Ampun.. udah lama aku ga manggil kamu sayang. Aku kangen sama panggilan itu, aku kangen semuanya, senyummu. Aku masih ingat waktu aku buat pengakuan aku mencintai Rama, sebenernya aku sama rama nggak pacaran kok,, aku tetep setia sama kamu J, aku ngelakuin ini semua biar nantinya kamu ga sedih kalo aku pergi, tapi kayaknya cara ku salah yah?  Ah biarin deh, tapi kamu mau kan maafin aku? Mau donk,.. yah yah yah. J oh ya selamat yah kamu udah berhasil jadi sarjana, sukses slalu buat kamu, sekarang pacarmu siapa? Apa masih sama Desy? Ah ga penting deh siapa pacarmu, yang penting aku sayang kamu, kamu baik baik yah disana, jangan nakal, trus sering2 tuh hapalin sejarah, nasa perjanjian linggar jati aja ga tau? Payyaahhh,,, sayang udahan aja yah suratnya, capek nih nulis,, kalo kangen mimpiin aku aja yah.. miss u sayangku J .

Air mata Aldy tak tertahankan lagi, betapa ia menyesal, betapa ia merindukan gadisnya itu, miss u too sayang  batin Aldy.
Seminggu setelah wisuda Aldy memutuskan meninggalkan indonesia dan menetap di paris, setiba di charless de gaulle , Aldy segera mencari alamat tantenya yang memang menetap di Paris, sebenarnya sejak dulu tantenya menyuruhnya tinggal di Paris, namun hatinya masih ingin menetap di Indonesia, tapi sekarang dia tak sanggup lagi bertahan di Indonesia, di mana banyak kenangan antara dia dan freya, gadisnya yang sampai saat ini masih menjadi pemilik tahta dihatinya.
Sebulan kemudian
Sebulan di Paris tidak membuahkan hasil, ia tidak melanjutkan s2 nya, tidak juga mencari pekerjaan, dan disinilah dia sekarang, disebuah cafe di pinggiran sungai seine, di senja yang penuh dengan daun-daun yang berguguran,
Aku mencintai senja dan musim gugur, kau tau kenapa? Karena senja selalu memberikan keteduhan di segala musim, kau tau? Mengapa pula aku mencintai musim gugur? Karna saat musim gugur aku jadi yakin, suatu saat aku kan seperti mereka, mungkin bukan gugur, lebih tepatnya pergi, meninggalkan kenangan, ah ya kenangan , aku ingin tau sampai kapan aku dikenang olehmu, aku ingin tau apakah kau mengingatku saat senja tiba? Tapi itu tak penting bagiku, karna pernah menjadi bagian dihidupmu sudah cukup.
Kalimat itu seakan bergema di ingatannya, membentuk siluet wajah dalam bayangannya, Freya, yah freya, kini aldy tak hanya mengingat Freya saat senja dan musim gugur, tapi disetiap detik ia mengingat gadisnya itu, saat asyik dengan lamunannya tiba-tiba ada yang menabrak mejanya, seorang gadis, dan dengan buru-buru gadis itu berkata Je suis désolé pressé  dalam bahasa perancisnya yang kental, dengan tenang Aldy menyahut ok, no problem, dalam bahasa inggrisnya yang sedikit kacau, maklum dia memang tak menguasai bahasa asing. Namun sedetik kemudian ia tercengang begitu melihat gadis yang barusan menabrak mejanya, dari matanya, bibirnya, dan senyum simpul nya, seperti freya, “ah apaan sih ,knapa liat tuh cewe jadi ingat freya, “ Aldy menepis bayangan freya dari otaknya.
Tak lama setelah gadis itu pergi, Aldy masih tak habis pikir, bagaimana bisa ada yang memiliki rupa yang sama seperti freya, bahkan mata abu-abu nya pun sama, hanya saja tatanan rambutnya yang sedikit berbeda

*Bersambung

Kisah di Ujung Senja Part II


6 bulan setelah vonis dokter, Freya merasa hari-hari nya makin kacau, bahkan memburuk akibat sikap bandel nya yang tak menuruti apa kata dokter, ketika suatu pagi tiba-tiba Freya menginginkan untuk pindah ke Paris, sang mama yang mendengar pernyataan anaknya yang tiba-tiba merasa heran, bukankah putri semata wayangnya itu membenci Paris? Bukankah dahulu ia menjuluki Paris itu kota kematian Bagi keluarganya, karena di Paris, kakak sulung Freya meninggal akibat overdosis, bahkan Pacar pertama Freya meninggal akibat kecelakaan pesawat saat terbang menuju Paris, tapi mengapa kini anaknya malah memilih tinggal di Paris? Apa yang terjadi dengan Putrinya?? Tak habis pertanyaan berkecamuk di hatinya, Emi melihat putri semata wayangnya jatuh pingsan, dengan tergopoh gopoh Emi menelepon Ambulance,selama di perjalanan, tak henti henti nya Emi mengelus elus Rambut Freya yang kini tak sadarkan diri, desy yang saat itu sedang jalan-jalan bersama Aldy terkejut mengapa tiba-tiba tante Emy meneleponnya, biasanya tante tersayang nya akan meneleponnya jika freya jalan-jalan dengannya hingga larut malam,tapi dia tau Freya saat ini ada dirumah, dengan was was Desy mengangkat teleponnya, dan seketika muka nya pucat pasi begitu mendengar sahabatnya koma di rumah sakit, Aldy yang mendengar itu dari Desy langsung memutar arah kemudi menuju Rumah sakit Bhayangkara, dimana Freya dirawat, jujur saat itu dalam hatinya hanya Freya,walau kini ia telah berpacaran dengan Desy, itu semata hanya mengobati rasa sakit hatinya akibat Freya berpaling pada laki-laki lain yang mencampakkannya setelah 1minggu berpacaran.

Sesampainya dirumah sakit, Aldy melihat kondisi Freya yang masih tetap cantik meski sedang sakit, tanpa disadari nya, sudah 3 bulan dia berpisah dengan Freya, dan selama 3 bulan itu dia tak bertemu dengan Freya, lebih tepatnya dia membenci Freya,karena telah berhianat, namun kini kebencian itu menguap , yang ada hanya perasaan rindu yang berkecamuk, ya.. ia merindukan Freya, Freya yang dulu ceria, “kalender berjalannya” yang slalu mengingatkan hari hari penting yang slalu terlupa olehnya, namun kini Desy berbeda, Desy hanya memintanya tuk menemani ke salon dan sebagai nya. Berbeda dengan Freya yang mandiri, bahkan ia tak suka disebut manja, tapi kini??? Gadisnya itu tergolek tak berdaya, dengan selang oksigen yang menempel di tubuhnya. Tanpa terasa seminggu Freya koma, dan hari ini Freya tersadar dari koma nya, begitu tahu Freya sadar, refleks Aldy memeluknya, Desy yang melihat hal itu memaklumi, karena bagaimanapun sahabatnya itu pernah menjadi orang special dalam hidup Aldy, bahkan mungkin kini dirinya lah yang merasa bersalah, merebut Aldy dari Freya, ehm lebih tepatnya memungut Aldy yang sudah dicampakkan oleh Freya. Namun Aldy terkejut saat Freya melepas pelukannya, pandangan freya kosong seolah olah tak mengenali orang orang sekelilingnya, bahkan tak terucap sepatah kata pun, freya seperti orang asing yang tersesat, “ataukah ini efek dari koma ya?” Batin Aldy, namun bagaimanapun kondisi Freya , Aldy tak mempermasalahkan, ia akan tetap berada disamping gadisnya, gadis yang begitu disayangi, gadis yang begitu dikagumi, gadis yang begitu tegar walau masalah menerpa nya, tak pernah Aldy melihat Freya menangis, hanya sekali ia melihat Freya menangis, itu pun karena presentasi sejarah nya berantakan dan saat itu dia sedang lelah, tapi hari hari berikutnya Freya kembali ceria, hari bergati tak terasa sudah 1 bulan Freya dirawat, dan Aldy pun tak tau apa penyakit yang diderita Freya, karena sang dokter tak memberitahunya. Hingga saat itu tiba, saat aldy membawa gadis itu berjalan jalan di taman, Freya menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya, barulah Aldy tau apa yang sebenarnya diderita Freya, penyakit yang membunuhnya perlahan, yaitu Alzheimer. Penyakit yang membuatnya membenci sejarah, penyakit yang membuatnya lemah.

*Bersambung

Kisah Diujung Senja

Di bangku taman ini Freya menikmati kesendiriannya, berteman lagu lagu sendu dan semilir angin yang membelai rambutnya,sejak dokter menjatuhkan vonis terhadap dirinya bahwa Alzheimer mulai memasuki hidupnya, tak ada lagi semangatnya untuk menjalani hari. Ia tau perlahan tapi pasti Alzheimer akan menghapus semua ingatannya, walaupun sekarang ingatannya cukup baik hal itu tidak menutup kemungkinan Alzheimer musnah, benih Alzheimer ia dapati dari kakeknya yang meninggal karena penyakit yang membunuhnya  secara perlahan. Terkadang ia merasa benci pada Tuhan, mengapa ia dikaruniai penyakit ini disaat hidupnya terasa sempurna, bayangkan saja, dia dikelilingi orang orang yang menyayanginya, dia punya mimpi yang belum sempat terwujud, dia punya sahabat dan kekasih yang amat disayangi, namun semua itu seakan tak bermakna sejak Alzheimer hadir di hidupnya dan slalu menghantui tidurnya dengan mimpi buruk yang berkepanjangan, lebih tepatnya sejak satu minggu yang lalu, saat itu dia selalu lupa terhadap apa yang akan dikerjakannya, bahkan ia lupa dimana ia memarkir motor bebek kesayangannya, hal yang langka bagi Desy(sahabat Freya) mengingat Freya bukan orang pelupa, bahkan hal sepele pun diingatnya, tapi kenapa sekarang Freya jadi pelupa? Dengan hati-hati Desy menegur Freya “eh re’ kamu kenapa akhir-akhir ini pelupa banget sih? Perlu di refresh tuh otak kamu” mendengar celetukan sahabatnya, Freya baru sadar kalau akhir-akhir ini dia sering lupa, “entahlah de’mungkin otak ku lagi error aja, maklum banyak tugas, oiya aku pulang duluan yah” tanpa menunggu persetujuan Desy, Freya berlalu dengan motor bebek kesayangannya. Tanpa pikir panjang ia mengarahkan motornya ke rumah dokter Dani, dokter langganan almarhumah kakeknya, sesampainya di rumah dokter Dani Freya mengadukan keluhannya, begitu selesai cerita Freya, dokter Dani menyimpulkan bila dia mengidap Alzheimer seperti almarhumah kakeknya yang meninggal setahun yang lalu, gejala yang dialami pun sama, dengan hati-hati dokter Dani menyampaikan hal itu pada Freya, namun reaksi yang ditunjukkan Freya biasa saja, bukan terkejut atau menangis seperti pasien pasien Alzheimer yang terdahulu, hanya saja sang dokter sedikit terkejut, baru kali ini ia dapati pasien Alzheimer di usia dini seperti Freya, terlalu menyakitkan seorang gadis usia 19 tahun harus menerima kenyataan dirinya akan mengalami pikun lebih cepat. Padahal di usia segitu harusnya dia sedang sibuknya menikmati indahnya cinta,persahabatan dan merasakan kebebasan hidup. “dok, kok ngelamun? Jadi saya harus gimana dok? Supaya penyakit ini sembuh?” gerutu Freya tidak sabaran melihat dokter dani nya melamun. Lalu dokter menuliskan resep untuk Freya, dan dia harus menebus obat itu di apotik yang biasa ia membeli obat untuk kakeknya. Akhirnya Freya pamit setelah menerima resep itu, “ah obat yang sama” gerutunya, bukannya menebus obat, Freya malah merobek kertas resep itu, dia tau kalau dia meminum obat itu, efeknya akan mual-mual dan sakit kepala yang berkepanjangan seperti dulu kakeknya yang slalu bergantung dengan obat itu.
Seminggu berlalu sejak vonis dokter, namun kini ia rasakan baik baik saja bahkan ingatannya tak seburuk kemarin, kini Freya menikmati sore harinya dengan menulis puisi, menulis diary tentang apa yang dilakukannya di sisa hari yang dia miliki, tanpa ada seorangpun yang tau jika Freya mengidap Alzheimer, hanya saja yang berbeda dari Freya, kini ia membawa buku harian nya kemana mana, karna di situ ia tulis apa yang ia rasakan dan apa yang ia lakukan hari ini dan apa yang akan dilakukan setelahnya,hinggga tak ada yang menyadari bahwa sesungguhnya “kalender berjalan” begitu teman temannya menjulukinya, tak lagi berfungsi, yang ada hanya Freya dengan smua hal yang perlahan lahan ia lupakan, Aldy yang menyadari perubahan tingkah laku kekasihnya pun mulai curiga, ada apa dengan kekasihnya hingga tampak begitu aneh dan tak pernah antusias lagi jika membahas topik yang berbau sejarah,dengan hati-hati aldy bertanya padanya “ fre, kamu kenapa? Kok sekarang ga pernah masuk kelas sejarah?”   “lagi males aja bahas sejarah,pengen bahas masa depan aja sama kamu” dalih Freya dengan senyumannya yang menggoda,hari-hari berlalu, kini tiba saatnya Freya mulai melakukan apa yang seharusnya dilakukannya, dia akan berpura pura jatuh cinta dengan pria lain,dan kebetulan saat itu desy sedang patah hati akibat ditinggalkan pacarnya, “Des, kamu semakin akrab yah sama Aldy? Aku nitip dia yah sama kamu”  desy yang ditanya begitu langsung kaget, “Re’ kamu jangan macem macem dong, kamu mau bunuh diri kah? Ya Ampun jangan yah, ntar ga ada tempat buat curhat lagi aku”  “yeee siapa yang mau bunuh diri?? Ehm..aq lagi deket sama Rama nih, aku bosen sama Aldy, boleh kan De’??? toh katanya kamu ga mempermasalahkan tampang kan sekarang? Apa kurangnya aldy selain dia kurang tampan? Hehe“  Desy yang dibilangi begitu langsung geleng geleng ketawa, “aduh Re’ sadis kamu yah,Aldy tuh sayang banget sama kamu, inget yah re’jangan pernah sia-siakan orang yang sayang sama kamu”

Desy yang kesal atas pengakuan Freya pun nyerocos panjang lebar, hingga tanpa sadar Freya yang mendengar pun membatin dalam hati “ andai kamu tau apa yang sebenarnya terjadi De’kamu pasti bakal bingung harus gimana” .

*Bersambung

Glasses



Awalnya tak pernah kuduga, rasanya seperti dejavu bisa bertemu dengan seseorang yang mirip denganmu, seseorang yang membuatku kembali bimbang, membuatku kembali ragu akan keputusanku yang telah menetapkan siapa yang kan menjadi labuhan terakhir, aku tak tau siapa kelak yang kan menjadi pendampingku, tapi rasa-rasanya aku begitu yakin akanmu, kamu yang tak kukenal, kamu yang hanya ku jumpai di hari senin dan rabu, ya.. hari itu selalu menjadi hari yang begitu spesial, hari yang slallu kutunggu setiap minggunya.hari dimana aku bisa menatapmu walau sejenak namun cukup lah untuk memberikan kesejukan di hati yang tlah lama gersang, kau tau? Setahun lamanya aku tak merasakan debaran ini, debaran yang membuatku susah tidur, debaran yang membuatku tak henti-hentinya berpisi walau dalam hati, yah sampai saat ini ku hanya mampu menyukai diam-diam, kenapa menyukai? Karena aku tak yakin ini cinta,aku tak yakin aku bisa mencintaimu seperti aku mencintai dia yang kini bersamaku, tapi entah mengapa aku begitu yakin aku bisa mendekatimu, walau nantinya hanya sebatas teman, kau tau? Disaat begini adalah saat terberat bagiku, saat dimana aku merasa teramat bersalah, merasa berkhianat, merasa tak tepati janji, yah walaupun tak secara langsung tapi hatiku tak bisa berdusta, hatiku mulai berpaling padamu meski tak yakin ini cinta, kau tahu? Sejak hadirmu kini hidupku lebih berwarna,hidupku seakan tanpa beban, dan kau tau? Aku siap ditinggalkan olehnya, asal kau mau menggantikannya J apakah kau mau? 

Kenangan


Kenangan itu, apakah kau mengingatnya?
Ada sesuatu yang mulai berbeda sejak hari itu,
Ada getaran yang lebih intens,
Apakah kau merasakannya?
Kau tau? Hingga kini masih tersimpan rasa itu,
Rasa yang tak akan lekang meski termakan masa,
Rasa yang tak akan hilang oleh waktu,
Rasa yang selalu bersemayam di lubuk hati ini,
Rasa yang tlah terkunci dan enggan tuk pergi,
Ada sudut yang hanya bisa ditempati olehmu,
Meski kini hatiku tlah tertawan,
Namun singasana mu tetap terjaga,
Tetap rapi dan indah, sama seperti saat pertama kau jajaki
Ntah kau kan kembali atau tidak, aku tak lagi peduli
Hanya saja ku ingin kau tau,
Singasana itu masih tetap milikmu,

Separuh hati ini tetap untukmu.

MELEPASMU




Mencintaimu …..
seperti  berteriak di  padang sabana,
berteriak diantara rumput ilalang,
tak mengharapkan gema,
tak  juga mengharapkan sahutan,
karena memang tak akan ada gema, terlebih sahutan….
Entah bagaimana ku harus menahanmu,
Entah bagaimana lagi aku harus bertahan,
Berjuang sendirian agar kau tak lepas dari genggamanku,
Ku sadar ini diluar batas kemampuanku,
Ku sadar semua yang terjadi aka nada hikmahnya,
Tapi entahlah
Ada ruang di hati ini yang tak rela kau pergi,,
Ada perasaan nyaman yang kan menghilang jika kau pergi,
Aku tak tau apa yang kau inginkan,
Kupertahankan ataukah kulepaskan,
Karena tak sepatah kata pun terucap darimu,
Kau hanya diam membisu,
Membiarkanku sendiri dalam kebimbangan
Haruskah ku melepasmu..
Haruskah ku biarkan kau  beranjak dari sisiku?
Sementara tanpamu aku merasa hampa,
Tanpamu, langkahku takkan secepat ini,
Tolong..
Beri aku pertanda,
Beri aku isyarat…
Apa ku harus melepasmu?
Ataukah ku harus pertahankanmu?
Merelakan semua kesenangan menjauh dariku
Membiarkan hatiku diselimuti kegelisahan?
Tolong, tunjukkan padaku bahasa hatimu,
Agar ku tau apa yang harus kulakukan

#Blackie