Ini semua tentang kamu, tentang
kamu yang tak pernah kusebutkan menjadi pujaan hati. Tentang kamu yang namanya
tak mampu ku ucap didepan siapapun. Tentang kamu yang selalu menjadi tokoh
dalam puisi-puisi ku. Yang selalu kubicarakan dengan Tuhanku. Tapi ini bukan
tentang bagaimana aku mencintaimu ataupun bahagia bersamamu, melainkan tentang
aku yang sedang belajar merelakanmu, merelakanmu berbahagia dengan dia yang
kini menjadi pilihanmu. Aku belajar merelakan mimpi-mimpi yang ingin kuwujudkan
bersamamu. Aku pun belajar meneruskan hidupku yang tak akan ada lagi kamu
didalamnya. Aku belajar mengikhlaskanmu , mengikhlaskan penantian panjang yang
selama ini kulakukan, mengikhlaskan jika bukan kamu lagi yang menjadi alas an aku
merayu Tuhan. Aku belajar menerima ketiadaanmu, meniadakan kamu yang selalu
menjadi objek menarik dalam imajinasiku,
tokoh utama dalam puisiku, aku belajar menghilangkan kamu dalam setiap jejakku,
dalam setiap karya yang kucipta. Tapi ternyata semua tak mudah, bahkan dalam
tulisan ini kau masih hidup dan menjadi tokoh utama.
2 komentar:
Mantap
Posting Komentar