Rabu, 27 Agustus 2014

semalam

Semalam bayangmu kembali mengganggu, hadir di mimpiku sebagai seseorang yang sama, saat aku dan kamu masih menjadi kita, dan lagi-lagi mimpi semalam membuat luka ku kembali basah ,  luka yang belum sempat kering dan perihnya masih terasa, kini harus basah lagi L .  
Dan lagi, ingatanku tentangmu kembali mengapung ,  membentuk sketsa wajah yang tak asing di mataku , terlukis senyum yang dulu pernah untukku , senyum malu – malu , senyum penuh kasih yang dulu pernah milikku, entah kini masih untukku ataukah sudah milik yang lain. Rasanya baru kemarin aku mengenalmu , baru kemarin kau nyatakan cinta untukku, dan baru kemarin kau berjanji selamanya mencintaiku , secepat itukah hatimu berpaling? Secepat itukah kau kembalikan hatiku ? yang kau bawa dalam keadaan utuh, dan kini kembali hanya serpihannya.

Jumat, 22 Agustus 2014

hatiku hari ini :)

Hay kamu,
Hari ini aku ingin bercerita tentang dia,
Tentang dia yang sebulan ini tanpa kusadari mengusik hariku
Dan baru hari ini kusadari
Hadirnya mampu mengukir senyum di wajahku
Senyum yang telah lama sirna
Dia,
Aku tak tau seperti apakah dia di hatiku
Aku tak menjadikannya sebagai obat,
Karena saat ini belum kutemukan obat seperti apa yang cocok untuk luka ku
Dan aku pun tak tega menjadikan dia pelampiasan
Pelampiasan atas kecewaku padamu
Hanya saja,,
Hanya saja aku merasa senang
Klise memang,
Tapi rasanya kegembiraan ini sama seperti di awal-awal ku jumpa dirimu
Berbunga seperti saat cintaku baru bersemi
Entahlah,,
Kuharap bahagiaku ini tak sementara
Tapi tenang saja
Jangan kau berpikir aku lantas bahagia begitu saja
Sisa luka yang kau tancapkan belum kering
Ngilu nya masih terasa
Dan bekas nya pun masih
Masih ruam membiru
Hay kamu..
Doakan aku disini ya J
Doakan aku mendapat pengganti yang lebih tulus

Lebih tulus dari aku mencintai kamu J

KENANGAN

Aku menamainya kenangan
Sesuatu yang tak bisa kulupakan
Juga yang tak bisa kubawa ke masa depan
Aku menamainya kenangan
Saat aku kembali dan terdiam di suatu tempat
Lalu menertawakan ketololan yang pernah kulakukan
Dan sekali lagi,
Aku masih menamainya kenangan
Saat lembaran foto tercetak
Namun ku tak bisa membuatnya kembali nyata
Aku bisa melihatmu, menatapmu,
Tapi tak bisa lagi menyentuhmu
Terlebih untuk berharap bisa bersamamu
Ya. Bahkan untuk berharap pun aku tak lagi berhak
Kita...
Kita masih menatap langit yang sama
Berpijak pada bumi yang sama
Bahkan bersujud pada kiblat yang sama
Tapi hati kita tak sama lagi
Aku masih menyayangimu,
Dan kamu...
Kamu mulai menyayanginya
Sakit bukan?
Ya.! Itulah cinta
Cinta yang katamu selamanya
Tapi bahkan sewindu pun belum genap
Kau telah berpaling J

Dan menjadi KENANGAN J

Kamis, 21 Agustus 2014

Rindu? may be?

aku rindu,
aku rindu disaat kita masih bersama,
disaat hatimu,
cintamu
 sayangmu masih untukku. .
entah masih adakah kesempatan untuk kita bisa bersama
nanti suatu hari,
meski luka,
meski perih,
ntah kenapa hatiku masih tetap untukmu,
meski beribu cacian kau tujukan untukku,
maaf ku untukmu seakan tak pernah habis,
rinduku padamu seakan tak pernah sirna,
meski berusaha mengelak,
berusaha menjauh,
berusaha men tabahkan hati,
tatap saja hatiku rapuh tanpamu,
 tetap saja hati ini inginkan qm .
mungkin besar salahku padamu,
tapi kuharap kebencianmu padaku tak berlangsung lama,
 lupaka luka yang lalu,
maafkan semua salahku,
terima kasih untuk hari ini,
kemarin dan hari2 yang pernah kau habiskan bersamaku,
maaf jika masih belum bisa jadi yang terbaik
 hingga akhirnya kau berpaling.
but i hope u can give me a second chance,
kesempatan kedua denganmu,
dengan hatimu yang baru,
yang bersih dari luka,
 yang suatu saat nanti bisa menerimaku lagi
 meski semua tampak mustahil..
 i love u yesterday, today and tomorrow..
i'm sorry for my mistake

Rabu, 20 Agustus 2014

THE END

THE END
Hari ini berakhir

Ya benar-benar berakhir, meski tak kuharap ini selamanya, tapi sepertinya sisa cinta bahkan serpihan cinta dihatinya tak ada lagi, mungkin benci? Mungkin marah? Terkadang masih ada harapan di hati ini, tapi rasanya tak mungkin. Sebesar apapun perasaan ini harus dikubur. Tak boleh terus bertambah dan menyakiti saya sendiri, saya harus bisa bangkit, berdiri lagi dan berlari mengejar segala sesuatu yang sempat tertinggal karena saya berhenti pada satu titik.  Melanjutkan hidup menuju yang lebih baik. Berhenti berharap pada makhluk, dan mulai menumpukan harapan pada yang maha memberi harapan, pada Nya yang takkan meninggalkan saya meski saya meninggalkanNya berkali kali, menyakitiNya berulang kali namun tetap selalu ada untuk saya, mendengar apa yang tidak saya katakan, dan mengerti apa yang tidak saya ungkapkan.  Memberi apa yang saya butuhkan bukan yang saya minta. Ya Tuhan...  Tuhan yang selama ini saya abaikan, yang selama ini tak saya hiraukan. Terimalah saya kembali, menyembahmu, bersujud padamu. Mempersiapkan bekal tuk perjalanan panjang menuju singasanamu. Perkenankan saya mencukupkan bekal saya sebelum perjalanan itu dimulai.