Sabtu, 01 Agustus 2015

Surat untukmu lelaki dibulan desember

Dear awan, 
hay kamu apa kabar? Lama rasanya tak berbincang denganmu, tak merengek padamu, dan ternyata kau bisa membuatku merindu :) hay awan bagaimana rokok mu? Sahabat setia yang katamu mengerti  apapun kondisimu. Ah kuharap kau tak lagi bersahabat dengannya. Masih kuingat bagaimana kerasnya kau mencoba. Berusaha menjauh dari 'sahabatmu" itu. Padahal saat itu kau hampir berhasil menarik simpatiku, mengetuk hatiku. Hay awan dicintai olehmu merupakan suatu keindahan tersendiri buatku, dan aku baru menyadarinya saat ku hampir kehilanganmu, ingin rasanya saat itu menahanmu dan mengatakan kau berhasil, tapi aku terlalu gengsi tuk mengaku cinta. Egoku terlalu tinggi tuk menerima bahwa kau menang. Kau menang atas hatiku. Dan kini egoku pula yang membuatku merasakan penyesalan bertubi-tubi. Bahkan penyesalan itu menghantui hingga sekarang.  Hay awan jika ada waktu sekali lagi kesempatan tuk bertemu denganmu., aku ingin dicintai sekali lagi olehmu. Aku ingin merasakan lagi keindahan yang sempat kurasa. Hay awan aku ingin jujur, aku mengaku kalah. !
Dan kini..
aku merindukan mu

Tidak ada komentar: