“ iya aku
pernah pacaran sama dia , tapi 3 bulan aja kok , dan itu pun hanya pelampiasan “
Kejujurannya
saat itu membuatku merasa seperti tersambar petir, bagaimana tidak? Orang yang
aku banggakan didepan orang yang aku percayai , ternyata mereka berdua
berhianat dibelakangku , saat itu aku merasa menjadi orang paling bodoh
sedunia, dan sejak saat itu juga, aku yang kata orang “ seorang penyayang ,
yang peka dan peduli terhadap perasaan orang lain “ sejak saat itu rasanya
nuraniku mati suri, seakan stock maaf tak ada lagi , hmm bukannya tak ada maaf, hanya saja aku
belum siap menerima kenyataan, bukan dendam, hanya aku tak suka, tak suka
dimunafiki, tak suka kejujuranku dibalas dusta, ah apalah itu, yang jelas
hingga kini lukanya masih membekas,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar