Kamis, 30 Agustus 2018

K A M U


Ini semua tentang kamu, tentang kamu yang tak pernah kusebutkan menjadi pujaan hati. Tentang kamu yang namanya tak mampu ku ucap didepan siapapun. Tentang kamu yang selalu menjadi tokoh dalam puisi-puisi ku. Yang selalu kubicarakan dengan Tuhanku. Tapi ini bukan tentang bagaimana aku mencintaimu ataupun bahagia bersamamu, melainkan tentang aku yang sedang belajar merelakanmu, merelakanmu berbahagia dengan dia yang kini menjadi pilihanmu. Aku belajar merelakan mimpi-mimpi yang ingin kuwujudkan bersamamu. Aku pun belajar meneruskan hidupku yang tak akan ada lagi kamu didalamnya. Aku belajar mengikhlaskanmu , mengikhlaskan penantian panjang yang selama ini kulakukan, mengikhlaskan jika bukan kamu lagi yang menjadi alas an aku merayu Tuhan. Aku belajar menerima ketiadaanmu, meniadakan kamu yang selalu menjadi  objek menarik dalam imajinasiku, tokoh utama dalam puisiku, aku belajar menghilangkan kamu dalam setiap jejakku, dalam setiap karya yang kucipta. Tapi ternyata semua tak mudah, bahkan dalam tulisan ini kau masih hidup dan menjadi tokoh utama.

Senin, 13 Agustus 2018

quarter life crisis


Ada yang pernah denger krisis seperempat abad? Atau istilah kerennya “A QUARTER LIFE CRISIS”  buat yang udah tau, pernah ngalamin , atau bahkan sedang menjalani , semoga bisa segera melewatinya (fighting).

Sebenernya apa sih Quarter life crisis itu?

Bagi sebagian besar orang , pernah gak diantara kalian mempertanyakan tujuan hidup, atau bahkan nge review pencapaian selama hidup ini? Udah jadi manusia yang berguna belum, atau bahkan menjadi seseorang yang mampu menjadi inspirasi untuk orang disekitarnya? Kebanyakan orang yang berusia 22-27 tahun ada yang sudah menjadi eksekutif muda, pebisnis, motivator , memiliki jabatan tinggi di perusahaan ternama , atau bahkan sukses dalam pernikahannya atau justru stuck alias diam ditempat? Kerjaan berantakan, kuliah ngadat di skripsian , nikah?? Boro-boro , yang ada ditinggalin pacar karena terlihat useless, pada kondisi seperti inilah kita bisa disebut quarter life crisis. Kondisi dimana kita khususnya yang berusia 22-27 tahun mempertanyakan eksistensi kita hidup di dunia ini .kedengarannya sepele bagi yang GAK NGALAMIN. “Alah apaan quarter life crisis,yang ada kamunya aja yang males, kamunya aja yang buang-buang waktu , dasar lebay ”. Itu kata sebagian besar orang yang gak percaya adanya quarter life crisis ,  percayalah kalimat yang seperti itu sungguh amat melukai hati mereka yang sedang berada pada fase ini. Bahkan orang-orang yang benar-benar memanfaatkan waktunya dengan baik pun bisa mengalami fase ini, ya kalo saya bilang sih nasib nya. Ada yang di usia belasan (terhitung sejak lulus SMA) memanfaatkan waktunya dengan baik, kuliah rajin, kerja, bahkan ada sebagian lagi gak sempat mengenal apa itu jalan-jalan a.k.a refreshing tapi tetap nyangkut di fase ini.

Tanda-Tanda Kamu Lagi Mengalami Quarter Life Crisis (dikutip dari google)

1. Bimbang Mau Ngapain

*Sebelum Umur 25*

A: Males gak sih lu boy kuliah?

B: Yoi men, cabut apa kita?

A: Kuy ah!

*Ulang Tahun ke-25*

A: Kuy makan, gue traktir!

B: Duh sori boy, lagi revisi gue.

A: Yah…

B: Btw, skripsi lo uda sampe mana?

A: Judul.

Sedih kan??? Di usia yang seharusnya kita bisa berkarir, atau berumah tangga masih stuck di judul??? Ada perasaan kosong, gatau mau ngapain, tertinggal dengan yang lain. Terus bertanya-tanya “Tuhan apa yang harus saya lakukan sebagai makhluk hidup yang gabisa ngapa-ngapain? Mati segan hidup tak mau”



“Kapan lulus?”

“Kapan kerja?”

“Pacarnya mana?”

“Kapan nikah?”

“Kapan mau punya anak?”

“Kapan mati?” yang ini gak deng candaaa

Sebagian pertanyaan yang bikin sesak dada dan rasanya mau menghilang dari bumi , ya gakkk??????

Dan ada pertanyaan terbesar yang selalu terngiang ngiang ditelinga , pertanyaan yang asalnya dari hati dan pikiran “bisakah menjadi orang sukses ?”

Quarter life crisis ga Cuma sekedar dijalanin, tapi dinikmati supaya kelak ada yang bisa diceritakan sama anak cucu hehehe



Sekian tulisan random unfaedah ini, dibaca monggo, ga dibaca juga gapapa